Wisata Anyer

Target 20 Ribu Peserta, Panitia HAN Kabupaten Serang Bantah Ada Biaya Wajib

SERANG – Panitia penyelenggara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Serang memberikan klarifikasi terkait polemik yang berkembang di masyarakat mengenai adanya biaya dalam kegiatan tersebut.

Panitia menegaskan bahwa acara yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Juli 2026 di Lapangan Heroik Grup 1 Kopassus itu dapat diikuti secara gratis dan tidak ada kewajiban membeli paket apa pun.

Project Manager Anak Wayang, Samsul Bahri mengatakan, kegiatan tersebut diinisiasi sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Serang dalam memperingati Hari Anak Nasional sekaligus memperkuat citra daerah melalui kegiatan yang berfokus pada anak.

“Tujuan kami bagaimana Pemerintah Kabupaten Serang memiliki event yang memang khusus memperingati Hari Anak Nasional. Kami ingin me-branding Kabupaten Serang melalui kegiatan yang positif,” kata Samsul. Ditemui di salah satu Cafe kota Serang, Senin (20/7/2027).

Ia menjelaskan, panitia menargetkan sekitar 20 ribu peserta untuk hadir. Jumlah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengajukan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada kategori minum vitamin bersama.

Menurutnya, kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat Kabupaten Serang maupun daerah sekitar.

“Tidak hanya peserta dari Kabupaten Serang, kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari Kota Serang maupun daerah sekitar untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Samsul menegaskan, isu mengenai biaya pendaftaran muncul akibat miskomunikasi. Ia memastikan tidak ada pungutan wajib kepada peserta.

“Sejatinya kegiatan ini gratis dan tidak ada paksaan dari pihak mana pun. Adapun nominal Rp30 ribu itu merupakan paket manfaat yang sifatnya sukarela, bukan syarat untuk mengikuti kegiatan,” jelasnya.

Paket manfaat tersebut berisi vitamin Sakatonik ABC, kaos peserta, air mineral, serta kesempatan memperoleh berbagai hadiah yang telah disiapkan panitia.

Adapun Paket Manfaat tersebut berisi produk Sakatonik ABC, kaos kegiatan, air minum, kupon undian sebagai bagian dari rangkaian acara minum vitamin Bersama dan Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi anak-anak.

“Kami selaku pelaksana juga telah menyiapkan 100 hadiah doorprize yang akan diundi secara terbuka, yaitu 20 Tabungan Simpanan Pelajar, 17 sepeda anak, 20 paket alat tulis, 10 jam digital, serta 3 unit tablet. Seluruh hadiah tersebut dipersiapkan untuk menambah semangat dan kebahagiaan anak-anak dalam mengikuti rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional,” katanya.

“Kalau tidak mengambil paket manfaat juga tidak apa-apa. Tetap bisa mengikuti kegiatan,” tambahnya.

Selain senam Anak Indonesia Hebat dan minum vitamin bersama, panitia juga menyiapkan berbagai aktivitas edukatif seperti area bermain (playground), lomba menggambar, hingga wahana kreatif bagi anak-anak.

Penyelenggaraan kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi pendidikan anak usia dini, di antaranya Pokja Bunda PAUD Kabupaten Serang, IGTKI, HIMPAUDI, IGRA, IGBA, serta sejumlah mitra lainnya. Panitia juga mengajak perusahaan swasta untuk berpartisipasi melalui dukungan sponsor.

Samsul memastikan kegiatan tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Pelaksanaan kegiatan ini murni tidak menggunakan APBD. Pembiayaan berasal dari sponsor, termasuk dukungan dari Sakatonik ABC dan berbagai mitra,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Anak Wayang, Nando Rayan Rubani mengatakan, tujuan utama kegiatan bukan sekadar memecahkan rekor, tetapi memberikan edukasi kepada anak dan orang tua mengenai pentingnya kesehatan serta gizi.

“Output yang kami harapkan adalah anak-anak dan orang tua semakin memahami pentingnya kesehatan dan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Nando mengungkapkan, hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 16 ribu peserta, termasuk dari luar Kabupaten Serang.

Ia juga menjelaskan bahwa semula panitia menargetkan dua kategori rekor MURI, yakni Senam Anak Indonesia Hebat dan minum vitamin bersama.

Namun, kategori senam tidak lagi diajukan karena rekor tersebut telah lebih dahulu dipecahkan Kabupaten Pamekasan dengan jumlah 24.114 peserta.

“Karena target kami 20 ribu peserta, maka yang diajukan ke MURI hanya kategori minum vitamin bersama,” katanya.

Di sisi lain, Tim Legal Anak Wayang, Azmi menegaskan bahwa Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk mengingatkan pentingnya pemenuhan hak-hak anak serta membangun ruang yang menyenangkan bagi generasi penerus bangsa.

Menurutnya, penyelenggara menghargai berbagai kritik yang muncul, namun berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Kami menerima kritik sebagai masukan. Karena itu kami merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang diterima masyarakat utuh dan tidak berkembang menjadi informasi yang keliru,” ujar Azmi.

Ia berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Serang dapat menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik bagi anak-anak.***

PT PCM HUT Bhayangkara
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien