Wisata Anyer

Tembus 6,6 Juta Peserta, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Serang Apresiasi Capaian Cek Kesehatan Gratis

SERANG – Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, menilai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Menurut Muhibbin, kesehatan menjadi salah satu modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang produktif. Pembangunan nasional, kata dia, tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat masih kesulitan memperoleh akses pemeriksaan dan layanan kesehatan.

“CKG bukan sekadar pemeriksaan gratis. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk masyarakat. Melalui program ini, warga didorong mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius,” ujar Muhibbin.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang itu mengatakan, selama ini masih banyak masyarakat yang baru mendatangi fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami keluhan atau menderita sakit.

Padahal, sejumlah penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin dinilai penting untuk mendeteksi potensi penyakit lebih cepat.

“Dengan pemeriksaan rutin, gangguan kesehatan bisa diketahui lebih awal sehingga penanganannya juga dapat dilakukan lebih cepat. Pemerintah tidak hanya hadir ketika masyarakat sudah sakit, tetapi juga mendorong masyarakat menjaga kesehatan sebelum penyakit menjadi berat,” kata Muhibbin, Minggu (6/9/2026).

Muhibbin menyebut pelaksanaan CKG memiliki peran penting dalam mendeteksi sejumlah penyakit yang berisiko terhadap masyarakat.

Di Banten, termasuk Kabupaten Serang, pemeriksaan melalui program tersebut disebut menemukan kasus hipertensi dan diabetes.

“CKG efektif untuk mengetahui berbagai risiko penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes. Di Banten, termasuk Kabupaten Serang, pelaksanaan CKG menemukan cukup banyak kasus tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, manfaat CKG tidak hanya dirasakan dari sisi akses pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Program tersebut juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuhnya sekaligus memperoleh edukasi mengenai upaya pencegahan penyakit.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perubahan pola hidup, mulai dari menjaga pola makan, meningkatkan aktivitas fisik hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Bagi negara, pendekatan preventif ini sangat penting. Semakin banyak penyakit ditemukan dan ditangani sejak dini, semakin besar peluang masyarakat tetap sehat dan produktif,” paparnya.

Muhibbin juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan CKG yang menurutnya terus diperluas di Provinsi Banten.

Ia menilai dukungan Gubernur Banten Andra Soni turut mendorong program tersebut agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Saya mengapresiasi langkah Pak Gubernur Andra Soni yang terus mendorong pelaksanaan CKG secara masif di seluruh kabupaten dan kota di Banten,” ucapnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah perlu terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG.

Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga perlu dilakukan melalui pendekatan jemput bola.

Muhibbin menyebut berdasarkan data hingga 3 September 2026, sekitar 6,6 juta warga Banten telah mengikuti CKG dari total penduduk sekitar 12,9 juta jiwa.

Angka tersebut setara dengan sekitar 51 persen jumlah penduduk dan disebut telah melampaui target nasional sebesar 46 persen atau sekitar 5,93 juta orang.

“Capaian CKG di Banten patut diapresiasi. Partisipasinya terus meningkat dan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Meski mengapresiasi tingginya jumlah peserta CKG, Muhibbin mengingatkan keberhasilan program tersebut tidak boleh hanya diukur berdasarkan jumlah warga yang telah menjalani pemeriksaan.

Ia mencontohkan warga Kabupaten Tangerang, Fajar Nurhuda, yang kembali memanfaatkan layanan CKG setelah sekitar tiga tahun tidak melakukan pemeriksaan kesehatan. Fajar sebelumnya sempat menjalani perawatan akibat penyakit ginjal pada 2023.

“Kasus seperti ini menunjukkan CKG dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk kembali mendapatkan layanan kesehatan. Namun, keberhasilan CKG tidak boleh berhenti pada jumlah warga yang diperiksa. Yang lebih penting adalah memastikan warga yang ditemukan memiliki masalah kesehatan mendapatkan tindak lanjut,” tuturnya.

Muhibbin menegaskan, warga yang membutuhkan pengobatan harus mendapatkan akses layanan kesehatan. Begitu pula masyarakat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut harus memperoleh rujukan sesuai kondisi medisnya.

Sementara bagi masyarakat yang dinyatakan sehat, edukasi mengenai pola hidup sehat tetap perlu diberikan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan.

“CKG harus menjadi pintu masuk menuju layanan kesehatan yang berkelanjutan. Dengan begitu, program ini tidak sekadar menjadi pemeriksaan massal, tetapi bagian dari sistem kesehatan yang mengedepankan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlanjutan program CKG, Muhibbin menilai sinergi pemerintah perlu diperkuat mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, kecamatan hingga desa dan kelurahan.

Ia menilai upaya tersebut telah mulai terlihat melalui langkah Pemerintah Provinsi Banten yang terus memperluas akses pemeriksaan kesehatan dan turun langsung ke lapangan.

“Saya melihat semangat itu sudah terlihat dari upaya Pak Gubernur Banten Andra Soni yang terus memperluas pelaksanaan CKG dan mendekatkan layanan kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan rutin ke lapangan setiap Senin dan Kamis,” ujarnya.

Muhibbin menambahkan, pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur, gedung, jalan maupun pertumbuhan ekonomi. Pembangunan juga harus berorientasi pada peningkatan kualitas manusia.

Menurutnya, masyarakat yang sehat akan memiliki kemampuan lebih besar untuk bekerja, belajar, mengurus keluarga serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan nasional.

“CKG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Program ini menunjukkan negara hadir untuk rakyat. Semua pihak harus ikut mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan dan memanfaatkan CKG,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat mengubah kebiasaan dengan tidak menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Mari manfaatkan CKG sebagai langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini dan menjaga tubuh tetap sehat,” pungkas Muhibbin.***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien