112 Pendidik di Ciwandan Belajar Bersama RuBI, Dorong Sekolah Lebih Adaptif dan Inovatif

CILEGON– Sebanyak 112 pendidik di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, mengikuti workshop peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah yang digelar Komunitas Ruang Berbagi Ilmu (RuBI) Cilegon di SDN Karang Setra, Jumat dan Sabtu, 28-29 Agustus 2026 kemarin.
Peserta workshop terdiri atas 20 kepala sekolah dan 92 guru dari sejumlah sekolah di Kecamatan Ciwandan.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pendidik untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi perkembangan metode pembelajaran dan tantangan pendidikan.
Workshop tersebut menghadirkan 22 relawan RuBI dari berbagai daerah di Indonesia yang berperan sebagai narasumber dan tim dokumentasi selama kegiatan berlangsung.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Tengku Herryansyah Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cilegon.
“Sebagai komitmen terhadap mutu pendidikan, program ini berfokus pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan melalui transfer wawasan praktis, metode mengajar yang kreatif, serta akselerasi inovasi di ruang kelas secara berkesinambungan,” ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Menurut Herry, peningkatan kapasitas pendidik tidak dapat dilakukan secara instan.
Pengembangan kompetensi perlu menjadi proses yang berlangsung secara mandiri dan berkelanjutan agar guru mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pembelajaran.
“Kami mengapresiasi penuh kegiatan ini, karena melalui transfer wawasan, penguasaan metode pengajaran kreatif, dan penerapan inovasi di ruang kelas, sehingga program ini berfokus memperkuat kompetensi pendidik demi meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh,” katanya.
Sementara itu, Camat Ciwandan Agus Ariyadi menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh capaian akademik atau nilai yang diperoleh peserta didik.
“Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada capaian nilai di atas kertas. Melalui edukasi berbasis karakter dan keterampilan, kita ingin memastikan setiap anak di Ciwandan tumbuh dengan fondasi moral yang kokoh, memiliki budaya literasi yang kuat, serta mampu mengenali dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ujarnya.
Agus menilai guru dan kepala sekolah memiliki posisi penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu mengikuti perubahan zaman.

Selain itu, sekolah juga dituntut menciptakan ruang belajar yang memberikan kesempatan secara setara kepada seluruh peserta didik.
“Kepala sekolah dan guru adalah garda terdepan dalam mewujudkan ekosistem sekolah yang adaptif dan inklusif,” katanya.
Ketua Panitia Lokal RuBI Cilegon, Purwanti, mengatakan pelaksanaan workshop mendapat sambutan positif dari para pendidik di Kecamatan Ciwandan. Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti kegiatan selama dua hari.
“Workshop peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah Kota Cilegon resmi digelar di RuBI Cilegon, Jumat (28/8). Jumlah total peserta mencapai 112 orang, terdiri dari 20 kepala sekolah dan 92 guru,” ujarnya.
Selain menghadirkan peserta dari lingkungan pendidikan di Ciwandan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antara pendidik lokal dengan relawan RuBI dari berbagai daerah.
Salah satu relawan RuBI, Asta Dewanti, mengapresiasi sambutan serta antusiasme para guru dan kepala sekolah yang mengikuti workshop.
Menurutnya, interaksi selama kegiatan menjadi pengalaman positif bagi para relawan.
“Kami senang dapat menginjakkan kaki di Cilegon, bertemu bapak dan ibu guru juga kepala sekolah di Kecamatan Ciwandan. Kebersamaan yang sangat menyenangkan ini memberikan kami energi baru,” ungkapnya.
Asta mengatakan, workshop selama dua hari tersebut difokuskan pada tiga materi utama yang dinilai relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi pendidik dan pengelolaan sekolah.
“Kami selama dua hari ini akan menyampaikan tiga poin penting, di antaranya implementasi pendekatan pembelajaran mendalam, pendidikan karakter positif murid, dan kepemimpinan kepala sekolah,” jelasnya.
Melalui materi tersebut, para peserta diharapkan memperoleh wawasan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun pengelolaan sekolah.
Kegiatan RuBI Cilegon ini sekaligus mendorong pendidik untuk tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik pembelajaran di ruang kelas.
Penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membangun sekolah yang lebih adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam pembelajaran, serta mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan potensi setiap peserta didik.(*/ARAS)


