Kedatangan Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Suci Tak Perlu Khawatirkan Koper, Petugas Akan Bawakan Sampai ke Hotel
MCH – Jemaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Rabu, 22 April 2026.
Bagi jemaah haji, kedatangan mereka ke tanah suci dipastikan tidak harus direpotkan dengan barang bawaan standar yakni koper besar.
Koper besar jemaah sejak dari Asrama Haji atau Embarkasi sudah dikumpulkan oleh petugas untuk didrop ke Bagasi Pesawat.
Muslih, Kasi Transportasi PPIH Daker Madinah, menjelaskan selain bus untuk mengangkut jemaah disediakan juga kontainer untuk koper.
Jemaah haji Indonesia tidak perlu khawatir dalam membawa koper besarnya karena sudah dibawakan petugas dan didrop ke masing-masing hotel.
“Untuk kedatangan jemaah di Kota Madinah dari Bandara AMAA, koper besar itu sudah langsung diangkut dengan truk kontainer. Yang melekat di jemaah hanya tas kabin dan tas yang ringan-ringan,” ujar Muslih ditemui di Kantor Daker Madinah, Selasa (21/4/2026).
Jemaah haji cukup membawa tas ransel atau koper kecil di bus menuju hotel.
“Kontainer dari bandara langsung menuju hotel tujuan. Jemaah yang ikut dalam bus yang akan menyertai adalah tas kabin dan barang tentengan yang lainnya. Langsung ke hotelnya,” jelas Muhlis.
Untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama pada Rabu 22 April 2026, Tusi Transportasi bekerjasama dengan 15 perusahaan transportasi.
“Untuk spesifikasi busnya, kita menggunakan layanan AKAP (Antar Kota Perhajian), ini tipe busnya coach, tipe bus besar dengan kapasitas mulai dari 45 (penumpang) sampai ada yang 51. Akan tetapi kita membatasi, rombongan kita dimaksimalkan tidak lebih dari 42 orang setiap bus atau dalam setiap rombongan,” jelas Muhlis.
Selain itu, Petugas PPIH di Bandara maupun Madinah juga sangat bersiap memberikan layanan dan pertolongan maksimal kepada jemaah yang mengalami kesulitan dalam perjalanan di bus.
“Teman-teman di bandara maupun yang ada di Madinah, kita akan berjibaku membantu jemaah ketika ada beberapa jemaah yang membutuhkan bantuan, atau ada keterbatasan fisik, kita bantu menurunkan dari bus secara maksimal. Nanti kita akan melihat bagaimana jemaah digotong, digendong, bahkan dengan kursi roda dikawal naik turun bus,” ungkapnya.
Untuk alur perjalanan jemaah dari Bandara AMAA menuju hotel di Madinah sendiri diketahui dibutuhkan waktu satu jam. (*/Red)


