Wisata Anyer

Antrean Solar, Puluhan Truk dan Bus Mengular di Sejumlah SPBU di Kota Serang

SERANG – Antrean panjang kendaraan berat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Serang, Banten, Jumat (4/9/2026).

Kendaraan truk dan bus bahkan harus mengantre hingga ke atas Flyover Penancangan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Pantauan di SPBU Penancangan, Jalan Raya Serang-Jakarta, Jumat (4/9/2026), menunjukkan puluhan kendaraan berat memadati area SPBU.

Antrean kendaraan terlihat memanjang hingga keluar area SPBU dan mencapai ruas jalan di atas Flyover Penancangan.

Sejumlah sopir mengaku telah mengantre sejak pagi, namun hingga menjelang siang belum mendapatkan giliran untuk mengisi solar.

Salah satunya Rahman, sopir truk asal Sumatera yang hendak mengambil pakan ternak di wilayah Cikande. Ia mengaku sudah mengantre di SPBU Penancangan sejak sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, hingga pukul 11.30 WIB, kendaraannya belum juga mendapatkan giliran mengisi solar.

“Keluar dari pelabuhan saya mau beli solar, tapi di SPBU Cilegon semuanya penuh sama antrean truk dan bus. Saya inisiatif ngisi di Serang, tapi ternyata di Serang juga sama saja, antre juga,” ujar Rahman.

Menurut Rahman, antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar tidak hanya terjadi di SPBU Penancangan.

Sejumlah SPBU di wilayah Cilegon yang dilaluinya setelah keluar dari Pelabuhan Merak juga dipenuhi kendaraan berat yang mengantre solar.

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU lainnya di Kota Serang, di antaranya SPBU Benggala dan SPBU Bumi Agung.

Hal senada disampaikan Hanuri, sopir bus jurusan Serang-Malang. Ia mengaku sudah mengantre sejak pagi untuk mendapatkan solar.

“Saya dari pagi mau isi solar, tapi belum dapat. Ini saja sudah jam 11.30, tapi masih antre berapa truk lagi,” kata Hanuri.

Para sopir mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab panjangnya antrean solar tersebut. Namun, mereka menduga kondisi itu terjadi karena adanya keterlambatan pasokan solar ke sejumlah SPBU.

Meski demikian, antrean kendaraan masih bergerak secara perlahan. Para sopir juga masih mendapatkan solar meski harus menunggu cukup lama.

“Kalau penyebab antre saya juga belum tahu pasti, tapi sepertinya karena terlambat. Karena truk dan bus masih bisa jalan sedikit-sedikit dan semuanya masih kebagian,” tambah Hanuri.

Sementara itu, pihak SPBU Penancangan belum dapat dikonfirmasi terkait penyebab terjadinya antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan solar.

Adapun harga solar subsidi atau Biosolar di wilayah Banten saat ini tercatat sebesar Rp6.800 per liter.***

PWI Ucapan Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien