Kholid Miqdar Tolak Safari Politik Jokowi ke Banten karena Kecewa dengan Warisan Kebijakannya Saat Jadi Presiden
SERANG – Aktivis Koalisi Rakyat Banten, Kholid Miqdar, mengkritik aktivitas mantan Presiden Joko Widodo yang dinilainya masih aktif melakukan safari politik.
Kholid mempersoalkan alasan Jokowi datang ke Banten pada Kamis besok 10 September 2026, yang disebut dalam agenda silaturahmi budaya.
Aktivis yang getol membela Nelayan dan Petani itu menegaskan bahwa kedatangan Presiden ke-7 itu sangat terang hanya memiliki muatan politik.
“Namun untuk kekuasaan kenapa harus masih safari politik terus? Gak ada capeknya,” kata Khalid.
Khalid juga menyoroti pencalonan Gibran dan anak-anak Jokowi dalam politik. Ia menilai hal itu sebagai bentuk pemaksaan kehendak.
“Dipaksakan Gibran, dipaksakan anak-anaknya itu. Itu kan namanya memaksakan kehendak. Udah tua, udah ini senja harusnya bagaimana dia menyiapkan dirinya untuk ke akhirat. Malah sibuk safari,” ujarnya.
Menurut Kholid, perilaku itu berbeda dengan mantan presiden sebelumnya yang memilih rehat dari aktivitas politik.
“Sepanjang pengetahuan saya, mantan-mantan presiden di Indonesia itu nggak ada yang model begitu. Istirahat, semuanya istirahat. Nggak bikin repot rakyat,” katanya.
Terkait warisan kebijakan, ia menambahkan bahwa Jokowi meninggalkan warisan yang membuat rakyat Banten semakin sulit.
Selain mengkritik safari politik, Kholid juga menilai masyarakat Banten saat ini mengalami pergeseran nilai dari dimensi spiritual ke dimensi materi.
“Banten memang unik ya. Ini uniknya, ada dua dimensi. Ada dimensi materi, ada dimensi spiritual. Kadang Banten, kalau sesungguhnya Banten itu kan lebih cenderung kepada dimensi spiritual,” ujar Khalid.
Ia menyayangkan kondisi Banten saat ini, dimana dia melihat psikologi masyarakatnya semakin lama digeser akidahnya.
“Jadi kecenderungan di materi itu semakin besar, sehingga sesuatu harus diukur dengan materi. Padahal materi adalah sesuatu yang sementara dan sesaat,” kata dia. (*/Ajo)

