Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Keluarga Berharap Ditemukan Selamat
PANDEGLANG — Keluarga lima wartawan yang hilang kontak saat melakukan peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, mulai mendatangi lokasi posko pencarian, Dermaga di Carita, Kabupaten Pandeglang.
Mereka berharap kelima wartawan tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Kelimanya dilaporkan hilang kontak sejak Senin sore kemarin, ketika berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik.
Suasana cemas masih dirasakan keluarga yang hingga kini menunggu kabar mengenai keberadaan mereka.
Tim SAR gabungan pun terus melakukan pencarian dengan memperluas area operasi di sekitar perairan Selat Sunda.
Lintang, salah satu keluarga dari wartawan Merdeka.com Ari Basuki, mengatakan keluarganya terakhir berkomunikasi dengan Ari pada Senin siang.
Menurut dia, sebelum berangkat meliput, Ari telah meminta izin kepada keluarga. Namun, saat berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Terakhir komunikasi dengan anaknya, Bintang, Senin sekitar pukul 13.43 WIB. Setelah itu tidak ada kabar sampai sekarang,” kata Lintang, Rabu (9/9/2026).
Ia mengatakan Ari sebelumnya telah berpamitan kepada istrinya untuk menjalankan tugas peliputan di kawasan Krakatau.
“Sudah diizinkan dan istri berangkat ke sini, cuma dalam keadaan sakit, hari itu tidak enak badan,” ujarnya.
Lintang berharap proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan segera membuahkan hasil dan seluruh wartawan yang hilang kontak dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
“Semoga kembali dengan keadaan selamat, sehat, dan tidak ada apa-apa,” katanya.
Sebelumnya, lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak tersebut yakni Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com; M. Bagus Khoerunnas, jurnalis ANTARA; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donald, wartawan (freelance).
Dalam perjalanan tersebut, mereka juga disebut bersama satu kapten dan dua kru kapal dan seorang pemandu wisata. Seluruhnya hingga kini masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dan memperluas wilayah pencarian di perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan para korban.***

