Sekjen Kemenhaj: Penguatan Pengaduan Publik Bagian dari Perbaikan Layanan Jemaah
JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat tata kelola pelayanan haji dan umrah melalui peningkatan partisipasi masyarakat.
Salah satunya dilakukan dengan menyediakan kanal pengaduan publik sebagai ruang bagi jemaah dan masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun masukan terkait penyelenggaraan haji dan umrah.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho mengatakan, keterbukaan terhadap masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
“Khidmat bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi merupakan wujud pelayanan yang tulus, profesional, berintegritas, dan senantiasa menempatkan jemaah sebagai prioritas utama,” ujar Teguh dalam kegiatan Doa dan Zikir Khidmat Haji dan Umrah di Aula H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kanal pengaduan publik tidak hanya menjadi sarana menerima laporan, tetapi juga bagian dari upaya Kemenhaj mendengar langsung pengalaman masyarakat.
Setiap informasi yang disampaikan akan menjadi bahan untuk melakukan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan.
Sekjen menegaskan, pengaduan masyarakat harus ditangani secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan demikian, partisipasi publik dapat ikut mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan haji dan umrah.
“Diperlukan kanal pengaduan masyarakat yang mudah diakses sebagai bagian dari penguatan transparansi dan pengawasan publik,” katanya.
Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan makna Hari Khidmat yang diperingati setiap 8 September.
Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Kemenhaj bahwa setiap kebijakan dan program pada akhirnya harus bermuara pada pelayanan terbaik bagi jemaah.
Kegiatan Doa dan Zikir Khidmat Haji dan Umrah berlangsung secara hybrid dan diikuti jajaran Kemenhaj, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Selain penguatan integritas dan makna khidmat dalam pelayanan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan komitmen seluruh jajaran.
Sekjen berharap seluruh pegawai Kemenhaj menjadikan Hari Khidmat sebagai momentum untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan menjaga amanah para jemaah.
“Selamat Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah. Mari kita jadikan momentum ini untuk mewujudkan pelayanan haji yang bersih dan akuntabel, yang terus menghadirkan pelayanan terbaik dan menjaga amanah para tamu Allah,” pungkasnya.***


