ParagonCorp Gandeng BRIN Teliti Mikroalga Asli Indonesia, Bidik Inovasi Bahan Baku Kosmetik Masa Depan
JAKARTA– Potensi biodiversitas Indonesia tidak berhenti di hutan dan laut. Di balik organisme mikroskopis seperti mikroalga, tersimpan peluang besar untuk inovasi bahan baku kosmetik.
Melihat peluang itu, ParagonCorp menggandeng Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN untuk memulai riset eksplorasi mikroalga lokal Indonesia.
Kerja sama ini resmi dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Riset, Pengembangan, dan Pemanfaatan Mikroalga untuk Industri Kosmetik pada 1 September 2026 di ParagonCorp Head Office, Jakarta Selatan.
Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan ekosistem perairan yang beragam. Kondisi ini menjadi habitat ideal bagi ribuan spesies mikroalga yang karakteristiknya belum banyak dipetakan.
Melalui kolaborasi ini, ParagonCorp dan BRIN akan memulai dari tahap paling dasar: eksplorasi dan pengembangan biomassa mikroalga lokal, dilanjutkan dengan ekstraksi senyawa aktif, hingga evaluasi ilmiah untuk melihat kelayakannya sebagai bahan baku kosmetik.
Fokus utama tahap awal adalah membangun data dan pemahaman ilmiah yang kuat sebelum masuk ke tahap formulasi produk.
“Bersama BRIN, kami ingin mempelajari mikroalga lokal lebih jauh, memahami karakteristiknya, dan melihat bagaimana ia bisa menjadi bagian dari solusi kosmetik yang berkelanjutan ke depan,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp.
Mikroalga adalah organisme mikroskopis yang hidup di air dan menghasilkan berbagai senyawa metabolit melalui fotosintesis. Keragaman senyawa inilah yang membuat mikroalga menarik bagi dunia riset kosmetik, mulai dari antioksidan, pelembap alami, hingga pigmen.
Dalam kolaborasi ini, BRIN berperan pada aspek bioprospeksi, budidaya, dan karakterisasi mikroalga. Sementara ParagonCorp berkontribusi pada evaluasi bahan baku, standar keamanan, serta penerapannya dalam pengembangan produk kosmetik.
“Kolaborasi dengan industri seperti ParagonCorp memungkinkan riset kami tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga melihat arah pemanfaatannya secara nyata,” ujar Ahmad Fathon, Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN.
Kolaborasi ini tidak bertujuan langsung menghasilkan produk jadi. Pendekatannya adalah bertanya terlebih dahulu mengenai apa yang belum kita ketahui dari mikroalga Indonesia.
Ke depan, riset akan dilanjutkan ke tahap isolasi senyawa, uji keamanan, hingga pengembangan bahan baku bernilai tambah. Setiap tahapan akan menjadi bagian dari upaya memperkuat scientific knowledge dan membuka peluang pemanfaatan sumber daya hayati lokal untuk industri.
Sejalan dengan semangat “purposeful beauty tech company”, ParagonCorp dan BRIN menempatkan ilmu pengetahuan sebagai kunci untuk membuka nilai baru dari kekayaan alam Indonesia.***


