Wisata Anyer

2 Hari Usai Dilantik Jadi Sekda Lebak, Halson Nainggolan Ungkap Strategi Kerjanya

LEBAK– Dua hari setelah resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan mulai menyampaikan pola kerja yang akan menjadi pijakannya dalam mengawal pemerintahan daerah.

Bukan hanya soal koordinasi birokrasi, Halson menyoroti pentingnya kekompakan antarorganisasi perangkat daerah (OPD), kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), serta konsistensi menjalankan program yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan daerah.

Halson resmi dilantik oleh Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya di Pendopo Pemkab Lebak, Senin (14/9/2026). Setelah pelantikan tersebut, ia kini mengemban tanggung jawab sebagai Sekda definitif untuk membantu memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai arah pembangunan yang telah ditetapkan.

Halson mengatakan pendekatan kekeluargaan akan menjadi salah satu strategi dalam membangun komunikasi di lingkungan birokrasi.

“Strategi saya adalah kekeluargaan. Agar semua merasa bagian dari pemerintahan ini dan bisa sama-sama bergerak dalam mengambil keputusan yang tepat untuk masyarakat,” kata Halson kepada Fakta Banten, Rabu (16/6/2026).

Menurutnya, masing-masing OPD memiliki tugas dan fungsi yang saling berkaitan. Karena itu, target pembangunan tidak akan optimal apabila perangkat daerah bekerja sendiri-sendiri.

Halson juga menegaskan bahwa pelaksanaan program pemerintah daerah pada 2026 tetap mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang kemudian diterjemahkan dalam APBD.

Ia mengatakan tidak akan membuat program di luar perencanaan yang telah ditetapkan.

“Tugas saya sebagai Sekda memastikan target yang sudah dicantumkan di RKPD dan diterjemahkan dalam APBD dapat direalisasikan tepat waktu dan berdampak kepada masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan salah satu fokus Halson dalam menjalankan tugas barunya, yakni memastikan hubungan antara perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program berjalan secara konsisten.

Selain koordinasi OPD, disiplin ASN menjadi bagian lain yang mendapat perhatian. Halson menyebut penerapan disiplin aparatur harus dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku.

Salah satu ketentuan yang menjadi acuan yakni PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Setiap pelanggaran ada konsekuensinya, dan setiap prestasi juga ada reward-nya,” tegasnya.

Di sisi lain, Halson menyampaikan bahwa ASN tidak perlu bekerja dalam suasana ketakutan selama keputusan yang diambil memiliki dasar aturan dan diarahkan untuk kepentingan pelayanan masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya saat pelantikan juga mengingatkan jajaran ASN agar berani bekerja, loyal, berintegritas dan tetap berada dalam koridor peraturan.

Hasbi secara khusus meminta Sekda mampu memperkuat koordinasi antar-OPD serta menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program yang dapat dirasakan masyarakat.

Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Halson juga menghadapi tantangan dalam mengawal kebijakan anggaran daerah.

Ia menyebut Pemkab Lebak tetap berupaya mempertahankan belanja yang berkaitan dengan kebutuhan publik meski kondisi Transfer ke Daerah (TKD) dan pendapatan daerah masih menjadi perhatian.

Untuk sektor pariwisata, Halson menyampaikan adanya tambahan anggaran prasarana sebesar Rp1,036 miliar.

Sementara untuk tahun anggaran 2027, Bupati Hasbi meminta TAPD menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan.

“Di tengah TKD yang masih belum pasti, beliau meminta kita menganggarkan Rp200 miliar,” ungkap Halson.

Bagi Halson, penguatan koordinasi menjadi penting karena sejumlah agenda tersebut membutuhkan kerja bersama lintas perangkat daerah. Sekda bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga memastikan komunikasi dan pelaksanaan kebijakan antar-OPD tetap berada dalam satu arah.

Sebelum ditetapkan sebagai Sekda definitif, Halson telah menjalankan tugas sebagai Pj Sekda Lebak sejak November 2025.

Ia juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemkab Lebak, termasuk sebagai Kepala BKAD Kabupaten Lebak.

Kini, dua hari setelah pelantikan, strategi kerja yang disampaikan Halson mulai menempatkan tiga hal sebagai perhatian utama: membangun kekompakan birokrasi, menjaga disiplin ASN, dan memastikan program yang sudah direncanakan benar-benar berjalan.

Ujung dari seluruh proses tersebut tetap berada pada pelaksanaan pelayanan dan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Lebak. (*/Sahrul).

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien