Wisata Anyer

Wamen LH Soroti Ancaman Krisis Iklim, Dorong Industri Tambang Perkuat Tanggung Jawab Lingkungan

JAKARTA — Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) dan Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menyoroti ancaman perubahan iklim serta pentingnya tanggung jawab industri dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Hal itu disampaikan saat menjadi Keynote Speaker pada kegiatan Annual Business Meeting ke-30 Resources ID/ Antam di Jakarta, Senin (21/10/2026).

Dalam sambutannya, Diaz menekankan perlunya langkah konkret untuk menurunkan emisi karbon di berbagai sektor, termasuk pertambangan, transportasi, dan pengelolaan sampah.

Diaz mengingatkan bahwa pertumbuhan keuntungan industri harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Great power comes, great responsibility. Artinya, tanggung jawab terhadap lingkungan pun harus lebih banyak lagi, lebih besar lagi,” ujar Diaz dalam sambutannya.

Great power comes, great responsibility. Artinya, tanggung jawab terhadap lingkungan pun harus lebih banyak lagi, lebih besar lagi,” ujar Diaz dalam sambutannya.

Great power comes, great responsibility. Artinya, tanggung jawab terhadap lingkungan pun harus lebih banyak lagi, lebih besar lagi,” ujar Diaz dalam sambutannya.

Soroti Dampak Perubahan Iklim dan Emisi

Diaz menyampaikan bahwa perubahan iklim telah memberikan dampak terhadap Indonesia, mulai dari ancaman kenaikan permukaan air laut hingga meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

Ia juga menyinggung perlunya dekarbonisasi di berbagai sektor. Menurutnya, upaya pengurangan emisi perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui transisi energi, penggunaan kendaraan listrik, dan perbaikan sistem pengelolaan sampah.

Negara harus hadir dalam dekarbonisasi ini karena memang ini adalah mandat,” katanya.

Selain isu perubahan iklim, Diaz menyoroti persoalan timbunan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA), termasuk risiko kebakaran akibat gas metana.

Ia menilai penanganan kebakaran TPA membutuhkan pendekatan yang tepat karena api dapat berada di lapisan bawah timbunan sampah.

Dorong Perusahaan Perkuat Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, Diaz mengapresiasi upaya Resources ID dalam menyiapkan standar operasional untuk pengurangan emisi, efisiensi operasional, penggunaan bahan bakar alternatif, serta pemulihan lahan pasca tambang.

Ia juga menyinggung pentingnya pelaporan emisi industri sebagai bagian dari upaya pengembangan sistem perdagangan emisi dan pengendalian pencemaran lingkungan.

“Segala upaya itu harus kita lakukan dan itu bukan suatu hal yang mudah,” ujarnya.

Hadir pada Annual Business Meeting ini
Dr. Ing. Tri Winarno, S.T., M.T., Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM, Ir. Milawarma, M.Eng., Senior Advisor PT Perusahaan Mineral Nasional (PERMINAS), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. — Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, M.Sc., IPU, Komisaris Utama PT ANTAM (Persero) Tbk., dan Brigjen. Pol. Frans Tjahyono, S.I.K., M.H., Direktur Penegakan Hukum Pidana Lingkungan Hidup. ***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien