Dinkes Cilegon Bagikan 500 Kacamata Gratis untuk Pelajar
CILEGON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat membagikan 500 kacamata gratis kepada pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami gangguan penglihatan.
Penyerahan bantuan kacamata tersebut berlangsung di Aula Kantor Dinkes Kota Cilegon, Kamis (24/9/2026).
Kepala Dinkes Kota Cilegon drg. Ratih Purnamasari mengatakan, pemberian kacamata tersebut merupakan upaya membantu pelajar yang mengalami mata minus berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan mata.
“Alhamdulillah saat ini kami melakukan pembagian kacamata bagi siswa yang ada di Cilegon,” kata Ratih.
Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap sekitar 2.000 pelajar menunjukkan sebanyak 52,17 persen mengalami mata minus pada 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sekitar 42 persen.
“Mata minus anak-anak ini salah satunya karena penggunaan gadget. Tahun 2026 ini menjadi 52,17 persen dari 2.000 siswa yang sudah menjalani pemeriksaan mata. Pada 2025, pelajar yang mengalami mata minus hanya 42 persen,” ujarnya.
Menurut Ratih, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dari orang tua, terutama dalam mengatur durasi penggunaan gawai pada anak usia sekolah.
“Ini perlu adanya dukungan dari orang tua untuk membatasi gadget kepada anak-anak SD-SMP,” katanya.
Selain penggunaan gawai, Ratih mengingatkan pelajar agar memperhatikan kebiasaan membaca dan kondisi pencahayaan untuk menjaga kesehatan mata.
“Anak-anak minus itu bukan dari gadget saja. Bisa juga dari kebiasaan membaca, jangan di tempat yang gelap. Apalagi saat bermain handphone, cahayanya jangan terlalu tinggi,” jelasnya.
Dinkes Cilegon juga mengimbau orang tua untuk melakukan pemeriksaan mata anak secara berkala dan membatasi penggunaan gawai.
“Pemeriksaan mata harus enam bulan sekali, penggunaan gadget harus dibatasi. Anak-anak itu seharusnya boleh bermain gadget maksimal satu sampai dua jam saja,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, bantuan kacamata tersebut diberikan setelah pelajar menjalani pemeriksaan mata untuk mengetahui kondisi penglihatannya.
“Sebelum diberikan kacamata, anak-anak mengikuti tes pemeriksaan mata dulu dan ternyata dari hasilnya 52,17 persen siswa SD-SMP mengalami minus. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” ujarnya.
Aziz mengatakan Pemerintah Kota Cilegon bersama Baznas berkomitmen melanjutkan pemberian bantuan kacamata secara bertahap kepada pelajar yang membutuhkan.
“Maka kami dan Baznas berkomitmen untuk bisa memberikan kacamata gratis secara bertahap,” katanya.
Ia mengapresiasi Baznas Kota Cilegon yang pada 2026 menyalurkan 500 kacamata gratis kepada pelajar.
Program serupa telah dilaksanakan pada 2025 dengan jumlah penerima sebanyak 300 siswa.
“Kami dari Pemkot Cilegon mengapresiasi Baznas Kota Cilegon telah memberikan bantuan 500 kacamata gratis. Pada 2025 lalu Baznas juga memberikan 300 kacamata,” ujarnya.
Aziz berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan belajar para pelajar.
“Mudah-mudahan ini bisa membantu para pelajar dalam proses belajar sehingga siswa dapat belajar dengan lebih jelas dan semoga dapat bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cilegon Fajri Ali mengatakan, penyaluran kacamata gratis dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang menunjukkan masih banyak pelajar mengalami mata minus.
“Banyak siswa yang mengalami mata minus, maka kami memberikan kacamata ini untuk membantu siswa mempermudah dalam proses pembelajaran,” katanya.
Fajri menjelaskan, program bantuan kacamata gratis tersebut telah berjalan sejak 2025.
Pada tahun tersebut, Baznas menyalurkan bantuan kepada 300 pelajar, sedangkan pada 2026 jumlah penerima meningkat menjadi 500 siswa SD dan SMP.
Baznas juga menargetkan penyaluran bantuan yang lebih besar pada 2027 dengan rencana memberikan 1.000 kacamata gratis kepada pelajar yang mengalami mata minus dan belum memiliki kacamata.
“InsyaAllah ini komitmen setiap tahun dari Baznas dan secara bertahap akan memberikan kacamata lagi bagi siswa yang matanya minus,” pungkasnya.***

