Apel HAORNAS 2026, Pemkot Cilegon Ajak Masyarakat Wujudkan Budaya Aktif dan Bugar
CILEGON — Pemerintah Kota Cilegon menggelar apel dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Tahun 2026 tingkat Kota Cilegon dengan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”. Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Jumat (25/9/2026).
Apel diikuti oleh jajaran aparatur Pemerintah Kota Cilegon serta unsur terkait. Peringatan HAORNAS menjadi momentum untuk mendorong olahraga tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk meningkatkan prestasi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun kesehatan, karakter, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.
Asisten Daerah (Asda) I Pemerintah Kota Cilegon, Mahmudin, yang membacakan sambutan pada apel tersebut menyampaikan bahwa olahraga merupakan investasi bangsa yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan manusia.
“Olahraga adalah investasi bangsa, bukan biaya. Investasi melalui olahraga berarti kita sedang membangun manusia Indonesia secara utuh, membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan memiliki daya juang,” kata Mahmudin.
Menurutnya, investasi di bidang olahraga juga berkaitan erat dengan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat agar semakin bugar, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Karena itu, tema HAORNAS 2026 harus diwujudkan sebagai gerakan bersama dan menjadi bagian dari agenda pembangunan.
“Tema HAORNAS tahun ini, ‘Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!’ harus kita jadikan gerakan nasional dan agenda pembangunan,” ujarnya.
Mahmudin menyampaikan, terdapat lima arah utama yang perlu menjadi perhatian dalam membangun budaya olahraga di masyarakat. Pertama, olahraga harus menjadi bagian dari pembangunan kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita tidak cukup hanya mengobati masyarakat ketika sakit. Kita harus membangun masyarakat yang aktif agar tetap sehat dan bugar,” tuturnya.
Kedua, pemerintah daerah harus menjadi motor utama dalam menggerakkan masyarakat agar aktif dan bugar.
Menurutnya, pemerintah perlu memastikan tersedianya ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki, jalur bersepeda, serta berbagai program olahraga yang mudah, murah, aman, dan inklusif.
“Pemerintah daerah harus menjadi motor utama gerakan masyarakat aktif dan bugar. Saya minta para gubernur, bupati, dan wali kota memastikan tersedianya ruang publik, fasilitas olahraga, jalur pejalan kaki dan jalur bersepeda, serta program olahraga yang mudah, murah, aman, dan inklusif,” katanya.
Ketiga, Mahmudin menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik maupun keluarga.
“Olahraga harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah, di tempat kerja, di desa dan kelurahan, di ruang publik, dan di lingkungan keluarga,” ucapnya.
Ia juga menilai kegiatan Car Free Day dapat dimanfaatkan sebagai salah satu ruang untuk membangun budaya masyarakat aktif, sehingga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial.
“Car Free Day harus kita manfaatkan sebagai salah satu ruang untuk membangun budaya masyarakat aktif, bukan sekadar kegiatan seremonial,” jelasnya.
Keempat, keberhasilan pembangunan olahraga tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau event yang diselenggarakan, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat.
Pemerintah perlu memiliki data dan indikator untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik serta perkembangan tingkat kebugaran masyarakat.
“Kita harus mengetahui, berapa banyak rakyat yang aktif, berapa banyak yang rutin berolahraga, dan apakah tingkat kebugaran masyarakat kita meningkat. Data dan indikator harus menjadi dasar kebijakan,” katanya.
Kelima, pembangunan olahraga harus dilakukan secara inklusif dan berkeadilan. Setiap kelompok masyarakat harus memiliki kesempatan yang sama untuk berolahraga, mulai dari anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan dan perkotaan, hingga penyandang disabilitas.
“Kita bangun olahraga yang inklusif dan berkeadilan. Anak-anak, pemuda, perempuan dan laki-laki, lansia, masyarakat perdesaan dan perkotaan, serta penyandang disabilitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk bergerak dan berolahraga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mahmudin mengatakan bahwa budaya olahraga perlu dibangun secara berkelanjutan karena masyarakat yang gemar berolahraga merupakan fondasi lahirnya atlet-atlet berprestasi.
“Kita ingin mengubah budaya bangsa, dari pasif menjadi aktif, dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif, dan dari produktif menjadi Indonesia yang semakin kuat,” katanya.
Menurutnya, prestasi olahraga juga tetap harus didorong, namun pembangunan olahraga perlu dilakukan secara menyeluruh dengan membangun budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga sebagai satu ekosistem.
“Atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga. Karena itu, budaya olahraga, prestasi olahraga, dan industri olahraga harus dibangun sebagai satu ekosistem,” ungkapnya.
Pada momentum HAORNAS 2026 tersebut, Mahmudin juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bergerak bersama membangun budaya hidup aktif dan sehat.
“Saya mengajak seluruh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi olahraga, komunitas, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia untuk bergerak bersama. Tidak perlu menunggu. Tidak perlu mahal. Tidak perlu rumit,” katanya.
Ia mengajak masyarakat memulai aktivitas fisik dari hal-hal sederhana sesuai dengan kemampuan masing-masing, seperti berjalan, berlari, bersepeda, senam bersama maupun aktivitas fisik lainnya.
“Mulailah bergerak dari sekarang. Berjalan, berlari, bersepeda, senam bersama, atau melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan masing-masing,” pungkasnya.
Peringatan HAORNAS 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya olahraga di Kota Cilegon, sekaligus mendorong masyarakat agar menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari menuju masyarakat yang lebih sehat, aktif, bugar, dan produktif.***

