Wisata Anyer

Butuh Rp1,29 T, Jalur KRL Rangkasbitung-Merak Bakal Angkut 18 Ribu Penumpang Perhari

SERANG – Wacana perpanjangan KRL Commuter Line hingga ke Pelabuhan Merak semakin menguat.

Pemerintah Provinsi Banten menyebut proyek elektrifikasi jalur Rangkasbitung-Merak membutuhkan investasi jumbo mencapai Rp1,29 triliun.

Angka tersebut muncul dari hasil Focus Group Discussion (FGD) Feasibility Study (FS) yang digelar Pemprov Banten di Kota Serang, Jumat (2/10/2026).

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, proyek ini layak secara ekonomi.

Hasil kajian menunjukkan Economic Internal Rate of Return (EIRR) di atas 10 persen, sehingga layak untuk dilanjutkan ke pemerintah pusat.

Ia mengatakan, hal ini merupakan inisiasi dari Wali Kota Serang untuk kebutuhan transportasi publik di Serang Raya.

Pihaknya juga telah mengusulkan ke pusat untuk pembangunan double track dan elektrifikasi dari Rangkasbitung sampai Merak.

Saat ini, kata dia, KA Lokal Merak hanya mampu mengangkut sekitar 9.900 penumpang per hari.

Setelah dielektrifikasi dan diubah menjadi KRL, kapasitasnya diprediksi melonjak menjadi 18.000 penumpang per hari.

Langkah ini dinilai mendesak, mengingat jalur Tanah Abang – Rangkasbitung sudah overload.

Pada 2026, penumpang KRL rute tersebut diprediksi tembus 85 juta orang per tahun, dengan tingkat keterisian di jam sibuk mencapai 161 persen atau berdiri berdesakan.

Sementara penumpang KA Lokal Merak sendiri diproyeksikan mencapai 4,67 juta orang per tahun.

Andra menjelaskan, sebenarnya jalur Rangkasbitung-Merak sudah tercantum dalam RPJMN 2025-2029.

Sayangnya, program tersebut belum masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan, sehingga belum ada anggaran dari pusat.

Karena itu, Pemprov Banten berinisiatif membuat FS sendiri agar punya dasar kuat untuk melobi pusat.

“Kami harus buat inisiasi agar pusat melihat bahwa proyek ini layak secara operasional dan pembiayaan,” katanya.

Elektrifikasi akan dilakukan bertahap. Tahap pertama adalah Rangkasbitung-Serang, baru dilanjutkan ke Cilegon hingga ujung Merak.

Untuk mendukungnya, dibutuhkan infrastruktur tambahan seperti pembangunan depo atau tempat parkir kereta di Rangkasbitung dan rencana pembangunan stasiun baru di Cihideung, Cipocok Jaya.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambut positif rampungnya FS ini. Ia berharap 2027 bisa masuk tahap DED (Detail Engineering Design) di Kemenhub.

“Alhamdulillah FS-nya sudah jadi, bahkan sampai Merak. Mudah-mudahan 2026 FS oleh Pak Gubernur selesai, 2027 dilanjut DED oleh kementerian,” pungkas Budi.***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien