Wisata Anyer

Bersama PATANI, Asep Hidayat Perkuat Gerakan Penghijauan Pesisir Banten Lewat Penanaman Mangrove

TANGERANG – Ancaman abrasi yang terus membayangi kawasan pesisir mendorong Pandu Tani Indonesia (PATANI) memperkuat gerakan penghijauan melalui penanaman mangrove di wilayah Pantai Utara (Pantura) Banten.

Aksi penanaman hutan mangrove digelar di Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.

Kanwil PATANI Provinsi Banten, Asep Hidayat, yang juga anggota DPRD Provinsi Banten, mengatakan gerakan tersebut menargetkan penanaman hingga 100 ribu pohon mangrove secara bertahap di kawasan pesisir, diawali dari wilayah Pulau Cangkir, Kecamatan Kronjo.

Menurut Asep, penanaman mangrove menjadi salah satu langkah untuk memperkuat daya tahan kawasan pesisir dari ancaman abrasi yang terjadi secara terus-menerus.

“Agendanya Pandu Tani Indonesia dengan Ketua Umum Pak Sarjan. Kami menggelar penanaman mangrove untuk memberikan daya tahan yang kuat agar Pantai Utara tidak terus mengalami abrasi,” kata Asep.

Ia menyebut, gerakan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, hingga kelompok pemerhati lingkungan.

“Ini merupakan kolaborasi dan sinergitas seluruh komponen untuk mendorong pemulihan ekosistem di wilayah pesisir agar kembali hijau,” ujarnya.

Asep menjelaskan, keberadaan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir, tetapi juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurut dia, ekosistem mangrove dapat menjadi habitat bagi berbagai biota laut seperti kepiting dan udang. Dengan ekosistem yang terjaga, keberadaan sumber daya tersebut diharapkan turut menopang kehidupan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan.

“Pelestarian mangrove juga memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Ketika kepiting dan udang berkembang, tentu bisa memberikan kepastian kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan nelayan,” katanya.

PATANI juga mendorong gerakan penanaman mangrove di sepanjang pesisir Banten yang memiliki garis pantai sekitar 600 kilometer. Kawasan pesisir yang mengalami degradasi menjadi salah satu fokus pemulihan melalui penghijauan.

Asep mengatakan gerakan tersebut tidak hanya berhenti di Kronjo. Kawasan pesisir lainnya di Banten juga diharapkan dapat menjadi sasaran penanaman mangrove secara berkelanjutan.

“Kita ingin menghijaukan seluruh pesisir Banten. Kronjo menjadi salah satu titik awal gerakan ini. Kami mengawalinya dengan penanaman mangrove dan akan terus mendorong kolaborasi untuk mengembalikan kelestarian alam di wilayah pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan hutan mangrove juga memiliki peran penting dalam menyerap karbon serta menjaga keseimbangan ekosistem.

“Harapannya, mangrove ini bisa menjadi paru-paru bagi lingkungan pesisir sekaligus menjaga ekosistem yang ada,” kata Asep.

Gerakan penanaman mangrove tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir.

Selain mengurangi risiko abrasi, keberadaan hutan mangrove juga diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati dan mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat pesisir.***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien