Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Buka Suara usai Dikritik DPRD Lebak Soal Air Mati di Bayah
LEBAK – Anggota DPRD Lebak dari Fraksi Partai Golkar, Muammar Adi Prasetya, menyoroti gangguan pendistribusian air bersih Perumdam Tirta Kalimaya Cabang Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Kritik tersebut disampaikan Muammar saat sidang rapat paripurna di Gedung DPRD Lebak, Kamis (15/10/2026).
Ia menyebut gangguan distribusi air akibat kerusakan pompa intake telah berlangsung selama lima hari.

”Akibat tidak ada air berhari-hari, masyarakat akhirnya memanfaatkan air sungai untuk mandi dan mencuci,” ujar Muammar.
Ia mendesak Perumdam Tirta Kalimaya meningkatkan kesiapan peralatan dan mempercepat penanganan kerusakan agar krisis air bersih tidak berlarut-larut.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh sangat diperlukan agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih cepat.
Menanggapi kritik tersebut, Direktur Utama Perumdam Tirta Kalimaya Lebak, Ni’matullah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kecamatan Bayah atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia memastikan kerusakan pompa intake sudah ditangani oleh tim teknis pada Selasa malam dan pasokan air kini kembali normal.
“Alhamdulillah, sudah ditangani Selasa malam. Sekarang pelayanan sudah kembali normal,” kata Ni’matullah.
Ia menegaskan komitmen Perumdam Tirta Kalimaya untuk terus membenahi kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
”Di tengah berbagai keterbatasan, kami berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan air bersih bagi pelanggan dan masyarakat Lebak pada umumnya. Bagi kami, kepuasan pelanggan adalah prioritas utama,” tuturnya.***

