Pertengahan Ramadhan, Anyaman Ketupat Dijual Rp500 per Buah di Rangkasbitung
LEBAK – Bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Lebak dan umumnya di Provinsi Banten, pertengahan puasa Ramadhan membawa momen suka cita tersendiri. Saat ini, tak terasa sudah memasuki 15 hari dalam menjalani ibadah puasa.
Untuk menyambut 15 harinya puasa, masyarakat menyebutnya dengan tradisi Qunutan, yang bermakna ungkapan rasa syukur dan telah menjadi tradisi turun temurun.
Bagi masyarakat di perkampungan, biasanya Malam Qunutan diisi dengan menu makanan kupat atau ketupat, yang dibuat sendiri oleh keluarga di rumah. Namun bagi sebagian masyarakat di wilayah perkotaan dan tak bisa membuat anyaman ketupat, mau tidak mau mereka harus membeli kulit ketupat, yang banyak dijual di Pasar Kota Rangkasbitung.
“Saya beli karena nggak bisa bikinnya pak, ini buat tradisi Qunutan hari ini yang bertepatan dengan hari ke 15 puasa, jadinya hari ini buka puasanya makan ketupat,” ujar Nengsih, warga Kampung Kebon Kelapa, Rangkasbitung, ditemui wartawan, di Pasar Rangkasbitung, Kamis (31/5/2018).

Sementara itu, bagi Sura, pedagang kulit ketupat musiman mengatakan jualan kulit ketupat sejak dari kemarin keliling ke rumah-rumah warga sebelum mangkal di pasar.
“Jadi dari kemarin pak, saya keliling jualan kulit ketupat ke kampung-kampung sama warga perumahan lumayan banyak yang beli, kalau nggak habis baru mangkal ke pasar,” kata Sura.
Menurut Sura, tradisi Qunutan berkah tersendiri baginya karena bisa dapat penghasilan uang tambahan dengan menjual kulit ketupat.
“Kulit ketupat saya jual lima ribu rupiah persepuluh buahnya. Syukur Alhamdulillah buat nambah-nambah penghasilan untuk keluarga,” tukasnya. (*/Sandi)


