Wisata Anyer

Rektor UNIVAL Apresiasi Pemerintah yang Anugerahi Gelar Pahlawan Nasional Kepada Ki Wasyid

CILEGON – Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL) menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas rencana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Wasyid.

Rektor Universitas Al-Khairiyah, Ahmad Munji, mengatakan bahwa, bagi masyarakat Banten, khususnya keluarga besar Al-Khairiyah, rencana pemberian gelar tersebut menjadi momentum penting dalam mengukuhkan peran ulama dan pejuang daerah dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

UNIVAL menilai, KH. Wasyid bukan sekadar tokoh sejarah lokal. Sosoknya merepresentasikan keberanian ulama, perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan, serta perjuangan mempertahankan kehormatan dan martabat bangsa dari penjajahan kolonial Belanda.

KH. Wasyid merupakan salah satu tokoh penting dalam peristiwa Geger Cilegon 1888. Perjuangannya mencerminkan perpaduan antara kekuatan spiritual, kesadaran keagamaan, keberanian moral, dan semangat kebangsaan dalam menghadapi penindasan kolonial.

Menurutnya rencana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Wasyid merupakan bentuk pengakuan negara terhadap jasa para ulama dan pejuang daerah yang turut memberikan kontribusi besar bagi perjalanan sejarah Indonesia.

Munji menyebut pengakuan tersebut tidak hanya menjadi penghormatan kepada KH. Wasyid sebagai tokoh sejarah, tetapi juga kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan.

“Pengakuan terhadap KH. Wasyid sebagai Pahlawan Nasional bukan hanya penghormatan terhadap seorang tokoh sejarah, tetapi juga penghormatan terhadap perjuangan ulama, santri, dan rakyat Banten dalam memperjuangkan martabat, keadilan, dan kemerdekaan bangsa,” ujar Ahmad Munji, Minggu (8/11/2026).

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap tokoh-tokoh perjuangan dari daerah yang selama ini memiliki peran penting dalam sejarah bangsa, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan secara nasional.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perhatian dan komitmen dalam mengangkat tokoh-tokoh perjuangan daerah menjadi bagian dari sejarah nasional,” imbuhnya.

Menurut Ahmad Munji, pengakuan terhadap KH. Wasyid juga memiliki arti strategis bagi dunia pendidikan. Sebab, nilai-nilai perjuangannya perlu diwariskan kepada generasi muda sebagai sumber inspirasi dalam membangun karakter, integritas, nasionalisme, keberanian, dan tanggung jawab kebangsaan.

Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dalam lingkungan tradisi pendidikan Islam dan perjuangan Al-Khairiyah, UNIVAL merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk turut menjaga warisan sejarah perjuangan para ulama, khususnya di wilayah Banten.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan penelitian, pengkajian, pendokumentasian, serta pengembangan literasi sejarah agar perjalanan perjuangan para tokoh daerah dapat dipahami secara lebih luas oleh masyarakat.

UNIVAL juga berharap momentum penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Wasyid dapat mendorong penguatan kajian sejarah lokal, terutama mengenai kontribusi ulama dalam perjuangan melawan kolonialisme.

Dengan begitu, sejarah perjuangan Banten dapat menjadi bagian penting dalam khazanah sejarah nasional.

Selain itu, nilai-nilai kepahlawanan KH. Wasyid diharapkan dapat diintegrasikan dalam pendidikan tinggi.

Hal tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya mengenal perjuangannya melalui catatan sejarah, tetapi juga mampu menerapkan semangat keberanian, pengabdian, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

UNIVAL turut mengajak masyarakat, akademisi, ulama, mahasiswa, serta generasi muda untuk menjadikan perjuangan KH. Wasyid sebagai inspirasi dalam mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Dengan rencana penganugerahan tersebut, UNIVAL berharap pengakuan terhadap KH. Wasyid tidak sekadar menjadi penghormatan negara, tetapi juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan ulama dan rakyat Banten sekaligus memperkuat kesadaran sejarah generasi penerus bangsa. (*/ARAS)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien