CILEGON — Pelaksanaan proyek perbaikan trotoar di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon, mulai dari kawasan Ramayana hingga PT Sucofindo, dikeluhkan warga.
Pasalnya, material proyek seperti batako bekas bongkaran dan pasir tampak berserakan di pinggir jalan.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu pengguna jalan, menyulitkan kendaraan untuk parkir, bahkan berpotensi memicu kemacetan saat jam sibuk.
Warga juga menyoroti pekerjaan yang telah berlangsung hampir dua bulan itu proses pengerjaannya dinilai berjalan lambat dan sejumlah titik terlihat seperti bongkar-pasang tanpa penataan yang rapi.
“Perbaikan trotoar kanan-kiri. Ganggu banget buat parkir. Kalau bisa perbaikannya malam hari, karena lalu lintas kendaraan sudah sepi,” keluh warga kepada media, Senin, (5/10/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya yang menyoroti pengerjaan di kawasan Cilegon Kota hingga Ramayana.
“Dari simpang sampai Ramayana lama banget selesainya. Susah mau parkir di pinggir. Batu-batu pada bergelimpangan jadi acak-acakan. Kalau mau memperbaiki, mending malam saja biar cepat beres. Apalagi belum masuk musim hujan. Kalau hujan datang dan belum selesai, bisa makin becek dan berantakan. Yang di PCI juga sama,” ujarnya.
Warga berharap pelaksana segera merapikan material dan mempercepat pekerjaan agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan.
Hingga keterangan ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut.***