MADINAH – Amirul Hajj yang merupakan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menyampaikan evaluasi pelayanan haji 2026 setelah menggali informasi dari jemaah maupun dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Catatan utama yang Prof. Ilfi sampaikan, terutama mengenai kebutuhan toilet khusus perempuan di Armuzna dan pengurangan sampah plastik dalam kegiatan haji.
Isu pertama yang disoroti Ilfi adalah antrean panjang toilet khusus jemaah perempuan di kawasan Arofah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Ia menyebut jemaah haji perempuan Indonesia tahun ini 55,5% lebih banyak perempuan, artinya ada selisih sekitar 11 ribu jemaah.
“Kalau toiletnya sama dengan laki-laki maka antrean di perempuan itu akan lebih panjang. Kalaupun sama jumlahnya maka tetap perempuan membutuhkan toilet lebih banyak,” jelas Ilfi di Media Breafing Daerah Kerja Madinah, Kamis (5/6/2026).
Alasannya, kebutuhan kesehatan reproduksi, haid, istihadah, serta mayoritas jemaah usia produktif yang membutuhkan waktu dan air lebih banyak di toilet.
Ilfi mendorong Kemenhaj terus bernegosiasi ke pemerintah Saudi agar jumlah toilet perempuan ditambah, khususnya di Armuzna.
Usulan perbaikan kedua adalah berkaitan dengan lingkungan. Ilfi menekankan menjaga kebersihan bagian dari ibadah.
“Keberhasilan haji bukan sekadar ritual saja tapi bagaimana membangun sikap kepada sesama manusia, sikap kepada alam,” katanya.
Jemaah sudah dibagikan tumbler oleh Syarikah yang ditunjuk Kemenhaj untuk mengurangi botol plastik sekali pakai. Namun Ilfi menilai, penggunaan tumbler ini belum jadi budaya.
Adapun untuk rincian usulan perbaikan, yakni mengenai Syarikah wajib siapkan air portable/dispenser di Armuzna agar tumbler benar-benar dipakai, bukan botol plastik.
Kemudian tumbler dibagikan sejak di hotel, bukan baru di Armuzna. Dengan begitu jamaah terbiasa pakai tumbler dari hotel sampai Armuzna.
Selanjutnya terkait edukasi jemaah haji sebelum berangkat sampai di Tanah Suci untuk membiasakan budaya antri dan menjaga lingkungan.
Ilfi menghitung 1 orang butuh minimal 10 botol 220 ml per hari. Kalau 220 ribu jemaah, total sampah plastiknya sangat besar.
“Kita sebagai bangsa Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa agama kita mengajarkan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sebagai Amirul Hajj, Ilfi mengaku sudah menyampaikan saran ini ke pihak Adab Saudi. Fokusnya menambah fasilitas toilet perempuan dan pertegas penyediaan dispenser air oleh Syarikah agar berjalan gerakan kurangi plastik sekali pakai.
Selain itu Prof. Ilfi juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan kepada jemaah. Kata dia, jemaah merasa sangat terlayani dengan baik, seperti bukan haji reguler, terutama di sisi transportasi, akses ke Masjidil Haram, dan menu makanan Nusantara. (*/Red/MCH-2026)