Es Campur Haji Muin Tetap Jadi Primadona Pasar Rangkasbitung, Cita Rasa Legendaris Tak Pernah Kehilangan Penggemar

LEBAK– Di tengah menjamurnya berbagai minuman kekinian, Es Campur Haji Muin masih mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kuliner legendaris di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

Racikan yang telah dikenal puluhan tahun itu terus menjadi pilihan masyarakat untuk melepas dahaga, terutama saat cuaca panas.

Usaha yang telah beroperasi sejak tahun 1987 tersebut hingga kini tetap ramai didatangi pembeli.

Selain menawarkan cita rasa yang khas, harga yang relatif terjangkau membuat minuman ini diminati berbagai kalangan.

Satu porsi dijual mulai Rp8.000 hingga Rp12.000, tergantung pilihan isian.

Ika, salah seorang karyawan, mengatakan usaha tersebut merupakan bisnis keluarga yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Saat ini, operasional sehari-hari dijalankan oleh para karyawan, sementara pemilik usaha lebih banyak memantau dari rumah.

Menurutnya, antusiasme pembeli tidak pernah surut. Pada hari-hari ramai, ribuan gelas es campur dapat terjual dan stok biasanya habis pada siang hingga sore hari.

“Alhamdulillah, pembelinya selalu ada. Banyak pelanggan yang sudah bertahun-tahun datang ke sini, bahkan ada juga yang sengaja datang dari luar Kabupaten Lebak hanya untuk menikmati Es Muin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, racikan es campur tersebut menggunakan berbagai bahan seperti cendol, agar-agar, kacang hijau, sakoteng, santan, gula, dan aneka pelengkap lainnya yang diolah dengan resep yang tetap dipertahankan hingga sekarang.

Sementara bagi pelanggan yang menginginkan tambahan alpukat, tersedia pilihan dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

Ika mengaku seluruh proses pembuatan minuman dipelajari langsung dari pemilik usaha.

Selain menjaga kualitas bahan, pelayanan kepada pelanggan juga menjadi bagian penting yang selalu ditekankan dalam menjalankan usaha tersebut.

Salah seorang pelanggan, Yeni, mengaku telah beberapa kali membeli Es Campur Haji Muin.

Menurutnya, cita rasa yang konsisten menjadi alasan utama dirinya kembali datang setiap kali berbelanja di Pasar Rangkasbitung.

“Kalau selesai keliling pasar, rasanya belum lengkap kalau belum minum Es Muin. Rasanya segar dan memang punya ciri khas sendiri,” katanya.

Dengan bertahannya usaha kuliner yang telah berdiri hampir empat dekade ini, Es Campur Haji Muin menjadi salah satu ikon jajanan tradisional di Pasar Rangkasbitung yang tetap mampu bersaing di tengah berkembangnya berbagai pilihan minuman modern. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment