JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umroh, Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan klarifikasi terbuka melalui akun media sosialnya usai menjadi sasaran tuduhan terkait kepemilikan motor Vespa lawas, legalitas pajak kendaraan, hingga persoalan rumah tangganya.
Melalui rincian poin klarifikasinya, Dahnil meluruskan tuduhan mengenai penggunaan kendaraan berpelat bodong.
Ia menjelaskan bahwa Vespa Super tua yang dibelinya tersebut memiliki dokumen lengkap dan sedang diproses balik nama serta dimutasi dari Jakarta Selatan ke Tangerang Selatan.
“Sepemahaman saya sudah menunaikan semua proses pembayaran pajak dan mutasi, kalo tidak, tidak mungkin saya punya nomor plat yang terpasang,” katanya.
Tak hanya urusan kendaraan, Dahnil mengecam tudingan yang menyerang kehidupan pribadinya, mulai dari hak asuh anak pasca bercerai pada 2020 hingga tuduhan tak berdasar terhadap istrinya saat ini.
Ia menekankan bahwa hak asuh atas keempat anaknya diserahkan sepenuhnya secara sah oleh hukum pengadilan kepadanya.
“4 orang anak kami, pada saat itu yang paling kecil berusia kurang dari 4 tahun diserahkan sepenuhnya kepada saya dan dibawah pengasuhan saya,” tegasnya.
Melihat gelombang tuduhan yang dianggapnya sudah masuk dalam kategori fitnah jahat dan merugikan integritas keluarganya, Dahnil memilih menantang para pihak yang menuduhnya untuk membuktikan kebenaran melalui jalur keagamaan.
“Dalam tradisi Islam ada saling bersumpah namanya, yakni Mubahalah. Siapa pun, Saudara Kiswinar dan kawan-kawannya yang berani berMubahalah. Mari kita lakukan,” pungkasnya. (*/ARAS)