4.435 Pencaker Urus AK-1 di Kota Serang, Baru 511 Orang Terserap Kerja

SERANG – Ribuan warga Kota Serang tercatat aktif mencari pekerjaan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Namun, dari 4.435 pencari kerja (pencaker) yang telah mengurus kartu tanda pencari kerja atau AK-1, baru 511 orang yang dilaporkan mendapatkan penempatan kerja di perusahaan.

Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Pentra) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Serang, Ratu Ani, saat ditemui di kantornya, Selasa (15/9/2026).

“Dari pencaker 4.435 itu, kami mendapat laporan dari perusahaan, yang namanya penempatan, sudah ada 511,” ujar Ratu.

Ratu mengatakan, angka 511 orang tersebut belum sepenuhnya menggambarkan jumlah pencaker yang telah diterima bekerja.

Sebab, masih terdapat perusahaan yang belum secara rutin melaporkan informasi lowongan maupun data penempatan tenaga kerja kepada Disnaker Kota Serang.

“Kendalanya adalah perusahaan itu mungkin karena kesibukan, belum semuanya melaporkan informasi loker dan juga belum semuanya melaporkan penempatannya,” katanya.

Menurut Ratu, karakteristik dunia usaha di Kota Serang yang masih didominasi sektor barang dan jasa turut memengaruhi jenis pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat.

Sejumlah lowongan yang banyak ditawarkan perusahaan di antaranya posisi marketing dan sales.

Namun, lowongan tersebut justru cenderung minim peminat dari pencari kerja.

“Di kita ini perusahaannya barang dan jasa. Kebanyakannya marketing, sales. Kalaupun ada info loker terkait penempatan sales, itu sepi peminatnya,” ungkapnya.

Selain marketing dan sales, sejumlah perusahaan juga mulai membuka kebutuhan tenaga kerja untuk posisi lain, seperti staf gudang.

Kendati demikian, minat pencaker terhadap sejumlah posisi tersebut dinilai masih belum optimal.

Ratu berharap, pengembangan kawasan industri di wilayah Sawahluhur pada 2027 dapat menjadi salah satu momentum untuk memperluas lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Mudah-mudahan di tahun depan, 2027, kawasan Sawahluhur itu sudah jadi. Baru itu ada industri. Mudah-mudahan banyak warga Kota Serang yang diterima,” harapnya.

Sambil menunggu pertumbuhan kawasan industri, Disnaker Kota Serang terus mendorong peningkatan kompetensi pencari kerja melalui berbagai program pelatihan keterampilan.

Pelatihan tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kemampuan pencaker dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Beberapa di antaranya berupa pelatihan bahasa Mandarin dan pengoperasian alat berat.

“Banyak pelatihan, bahasa Mandarin, alat berat, banyak lagi, untuk menunjang seperti itu,” kata Ratu.

Upaya peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang pencari kerja untuk diterima di perusahaan, baik di Kota Serang maupun di luar daerah.

Sementara itu, peluang penyerapan tenaga kerja lokal mulai terlihat dari aktivitas industri di kawasan Sawahluhur.

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang garment disebut telah merekrut warga Kota Serang.

Pada gelombang pertama perekrutan, sebanyak 48 warga Kota Serang dilaporkan telah diterima bekerja di perusahaan tersebut.

“Yang diterima kemarin 48 orang. Itu untuk warga Kota Serang,” ujarnya.

Ratu berharap jumlah tenaga kerja lokal yang terserap dapat terus bertambah seiring berkembangnya kawasan industri dan masuknya perusahaan baru.

Ia juga menegaskan bahwa kepemilikan AK-1 tidak membatasi pencari kerja untuk mencari pekerjaan hanya di wilayah Kota Serang. Pencaker dapat menggunakan AK-1 untuk melamar pekerjaan di perusahaan yang berada di luar daerah.

“Banyak di perusahaan di luar. Silakan saja,” jelasnya.

Dalam proses pelayanan ketenagakerjaan, pencari kerja juga perlu memiliki akun Siap Kerja untuk mendukung proses pencarian dan pelayanan pekerjaan.

Ratu menambahkan, data pencari kerja yang tercatat di Disnaker melalui layanan AK-1 tidak dapat disamakan dengan angka pengangguran terbuka yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kalau pengangguran terbuka itu ada di BPS. Kalau dari Disnaker, yang sudah terdaftar saja, pendaftarannya AK-1,” terangnya.

Terkait perbandingan jumlah pencari kerja dengan tahun sebelumnya, Ratu mengatakan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena data 2026 masih berjalan. Evaluasi baru dapat dilakukan setelah seluruh data hingga akhir tahun terkumpul.

Disnaker Kota Serang berharap peningkatan kompetensi pencari kerja, pertumbuhan investasi dan industri, serta perbaikan pelaporan lowongan dan penempatan oleh perusahaan dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.***

DisnakerKota SerangPencaker
Comments (0)
Add Comment