SERANG — Kasus suspek campak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, terus menunjukkan tren peningkatan.
Kecamatan Kramatwatu menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Untuk mengantisipasi penyebaran yang semakin meluas, pihak puskesmas bersama unsur terkait seperti TNI dan Polri gencar melakukan imbauan kepada masyarakat agar segera mengikuti vaksinasi campak, khususnya di wilayah Kramatwatu.
UPT Puskesmas Kramatwatu telah melakukan berbagai langkah penanganan, di antaranya melalui Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal, pelaksanaan catch-up campaign imunisasi MR/campak, serta penguatan surveilans terhadap kasus suspek di seluruh posyandu.
Kepala UPT Puskesmas Kramatwatu, dr. Fenny Sunarsih, mengatakan bahwa wilayahnya mencatat jumlah kasus suspek campak tertinggi di Kabupaten Serang.
“Sejak Januari hingga 14 April 2026, tercatat sekitar 77 kasus suspek campak di Kecamatan Kramatwatu,” kata Fenny di Serang, Selasa, (14/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu lokasi dengan temuan kasus berada di Perumahan Kramat Permai, di mana dua keluarga sempat menjalani perawatan akibat dugaan campak.
Puskesmas Kramatwatu menargetkan sebanyak 8.000 warga, mulai dari balita hingga orang dewasa, untuk mendapatkan vaksin campak. Namun hingga kini, realisasi vaksinasi baru mencapai sekitar 30 persen.
“Kami menargetkan 8.000 warga untuk divaksin, tetapi saat ini baru terealisasi sekitar 30 persen,” ujarnya.
Menurut Fenny, salah satu kendala utama dalam pelaksanaan vaksinasi adalah masih banyaknya warga yang tengah menjalani perawatan akibat suspek campak, sehingga belum dapat menerima vaksinasi.
“Kendala kami adalah masih banyak warga yang sedang dalam perawatan, sehingga belum bisa divaksinasi,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari Polri, TNI, Palang Merah Indonesia (PMI), hingga Dinas Kesehatan, yang turut membantu dalam penanganan medis dan sosialisasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Kramatwatu, Kompol Bai Ma’mun, mengatakan pihak kepolisian telah mengintensifkan imbauan melalui Bhabinkamtibmas kepada RT dan RW agar masyarakat segera membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan.
“Kami sudah menyampaikan imbauan kepada RT dan RW agar warga segera membawa anak-anak dan keluarganya ke puskesmas atau posyandu untuk mendapatkan vaksinasi campak,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sekitar 500 kasus suspek campak, dengan 10 kasus di antaranya terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Tren peningkatan kasus dinilai cukup signifikan. Sekitar 468 hingga 500 anak dilaporkan mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam merah pada kulit, batuk, pilek, hingga sesak napas. Mayoritas penderita merupakan anak usia di bawah lima tahun (balita).
Petugas kesehatan terus melakukan surveilans aktif, terutama di wilayah padat penduduk, dengan fokus pada pemeriksaan balita guna menekan laju penyebaran.
Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk segera melengkapi imunisasi anak serta mewaspadai gejala campak agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).***