TANGERANG – Seleksi calon Ketua DPRD Kota Tangerang untuk menggantikan almarhum Rusdi Alam mulai menjadi perhatian.
Partai Golkar membuka pendaftaran calon Ketua DPRD Kota Tangerang pada 11 hingga 13 Agustus 2026.
Enam kader masuk dalam bursa seleksi, yakni Zamaludin, Supiani, Samsuni, Kosasih, Mustofa Kamaludin, dan Saiful Milah.
Dari enam nama tersebut, Zamaludin menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan.
Selain menjabat sebagai anggota DPRD Kota Tangerang, Zamaludin juga dikenal sebagai kader senior Partai Golkar dengan pengalaman panjang di internal partai maupun legislatif.
Zamaludin lahir pada 1 Februari 1961 dan kini berusia 65 tahun. Ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Tangerang selama dua periode dan saat ini menjabat sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Kota Tangerang.
Zamaludin mengaku siap mengikuti seluruh tahapan seleksi calon Ketua DPRD Kota Tangerang.
Menurutnya, keputusan untuk mengikuti proses tersebut bukan semata-mata demi mengejar jabatan, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai kader partai dan anggota DPRD.
“Kalau saya ditanya kenapa ikut dalam proses ini, karena saya merasa sebagai kader partai dan anggota DPRD punya tanggung jawab. Setelah almarhum Pak Rusdi Alam meninggal dunia, tentu harus ada yang melanjutkan tugas-tugas kelembagaan DPRD,” ujar Zamaludin kepada awak media, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pengalaman dalam organisasi dan legislatif menjadi salah satu modal yang dimilikinya untuk mengikuti proses tersebut.
“Saya merasa punya pengalaman, baik di organisasi maupun di legislatif. Pengalaman itu tentu bisa menjadi bekal kalau nantinya saya dipercaya untuk memimpin DPRD,” katanya.
Meski memiliki pengalaman dan senioritas, Zamaludin menegaskan tidak ingin menganggap dirinya paling berhak menduduki kursi Ketua DPRD Kota Tangerang.
Menurutnya, seluruh kader yang masuk dalam bursa memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing. Karena itu, keputusan akhir tetap menjadi kewenangan Partai Golkar melalui mekanisme seleksi yang telah ditentukan.
“Senioritas bagi saya bukan berarti merasa paling berhak. Itu hanya salah satu bagian dari pengalaman yang bisa menjadi pertimbangan. Semua kader yang masuk bursa tentu memiliki kapasitas dan kelebihan masing-masing,” ujarnya.
Zamaludin juga menyatakan siap bersaing secara sehat dengan lima kader lainnya.
“Saya menghormati semua teman-teman yang masuk dalam proses ini. Kita sama-sama kader Golkar dan sama-sama memiliki tanggung jawab terhadap partai serta masyarakat Kota Tangerang,” tutur Zamaludin yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Tangerang.
Dalam proses seleksi, DPD Partai Golkar Kota Tangerang menggunakan sejumlah indikator untuk menentukan tiga nama yang nantinya akan diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Sejumlah aspek yang menjadi penilaian di antaranya kapasitas, kapabilitas, senioritas serta kriteria PDLT, yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela.
Zamaludin menilai kriteria tersebut penting karena Ketua DPRD tidak hanya dituntut memiliki kemampuan politik, tetapi juga harus mampu memimpin lembaga legislatif dan membangun hubungan kelembagaan dengan berbagai pihak.
“Kalau bicara kriteria, tentu saya menyerahkan kepada tim seleksi. Yang jelas, kapasitas, kapabilitas, pengalaman, loyalitas dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi DPRD Kota Tangerang periode 2019-2024 tersebut.
Zamaludin menegaskan siap apabila nantinya mendapatkan kepercayaan dari DPP Partai Golkar untuk memimpin DPRD Kota Tangerang.
Namun, ia juga memastikan akan menghormati keputusan partai apabila nantinya DPP menetapkan kader lain sebagai Ketua DPRD Kota Tangerang.
“Kalau dipercaya, saya siap menjalankan amanah. Tetapi kalau keputusan partai menunjuk kader yang lain, saya juga harus menghormati dan mendukung keputusan tersebut. Karena bagi saya, kepentingan partai dan masyarakat lebih utama daripada kepentingan pribadi,” tegasnya.
Sementara itu, pengamat politik sekaligus mantan juru bicara Wali Kota Tangerang Sachrudin pada Pilkada 2024, Imron Hamami, menilai Zamaludin merupakan salah satu figur yang layak diperhitungkan dalam proses seleksi Ketua DPRD Kota Tangerang.
Menurut Imron, Zamaludin memiliki modal berupa senioritas, pengalaman organisasi, pengalaman legislatif serta posisi di internal Partai Golkar.
“Kalau melihat dari sisi senioritas, pengalaman dan posisi di internal partai, Zamaludin memang menjadi salah satu figur yang perlu dipertimbangkan,” kata Imron.
Ia menilai Ketua DPRD membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami fungsi legislatif, tetapi juga memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan berbagai pihak.
“Ketua DPRD itu bukan hanya soal jabatan. Ada kemampuan memimpin lembaga, membangun komunikasi politik, memahami dinamika pemerintahan dan menjaga hubungan kelembagaan,” ujarnya.
Penilaian serupa disampaikan aktivis sekaligus mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang periode 2018-2019, Tiba Yuda Laksana.
Tiba mengatakan dirinya mengenal Zamaludin sebagai sosok yang terbuka dalam berdiskusi dan mampu membangun komunikasi dengan berbagai kalangan.
“Sewaktu saya masih menjadi Ketua Umum HMI tahun 2018 di Kota Tangerang, beliau sangat terbuka untuk berdiskusi dan mampu bergaul dengan para senior, baik di HMI maupun di Partai Golkar itu sendiri,” ujar Tiba.
Menurutnya, pengalaman dan kemampuan komunikasi yang dimiliki Zamaludin menjadi modal penting untuk memimpin DPRD Kota Tangerang.
“Menurut saya H Zamaludin sangat layak menjadi Ketua DPRD Kota Tangerang menggantikan almarhum senior kami, yaitu H Rusdi Alam,” tutupnya.***