atas

Krakatau Posco Diwacanakan Lepas Saham ke Publik di September 2022

 

CILEGON – Krakatau Steel (Persero) Tbk kini sudah mengesahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) untuk meningkatkan kepemilikan saham pada PT Krakatau Posco menjadi 50% dari sebelumnya 30%. Nilai transaksi mencapai US$ 308,16 juta atau setara Rp 4,5 triliun.

Usai meningkatkan kepemilikan saham, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim kembali mengungkapkan soal wacana Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) anak usahanya yakni PT Krakatau Posco.

Silmy menyampaikan bahwa aksi korporasi tersebut merupakan salah satu strategi perseroan untuk menghimpun dana yang akan digunakan untuk mendongkrak kinerja dan pembayaran utang (refinancing) perusahaan.

Krakatau Steel Tbk membutuhkan dana sekitar US$ 4 miliar atau setara Rp 57 triliun untuk merealisasikan ekspansi produksi 10 juta ton baja pada 2025-2026.

“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saya katakan bahwa September 2022, kami akan ada pembayaran utang. Itu salah satunya dari dana IPO anak perusahaan,” tutur Silmy, dikutip dari investor.id, Kamis (19/5/2022).

“Meski belum tentu dieksekusi, yang jelas IPO merupakan salah satu opsi untuk dilakukan. Opsi A, B, dan C, kami siapkan semuanya. Dalam RUPSLB, kami hanya membahas izin untuk meningkatkan kepemilikan saham KRAS di PT Krakatau Posco,” imbuh Silmy.

Diketahui, sisa saham di Krakatau Posco yang juga sebesar 50% dimiliki oleh Pohang Iron & Steel Company (Posco), berkurang dari sebelumnya sebesar 70%. Meski demikian, Posco yang merupakan produsen baja asal Korea Selatan tetap menjadi pengendali Krakatau Posco.

Sebab, komposisinya adalah Posco akan menguasai 50% saham seri A. Sedangkan kepemilikan Krakatau Steel akan terbagi atas 21% saham seri A dan 29% saham seri B.

“Rencana transaksi tidak mengakibatkan adanya perubahan pengendalian pada Krakatau Posco, di mana Krakatau Posco tetap akan dikendalikan oleh Posco,” ungkap manajemen Krakatau Steel.

Secara rinci, perseroan akan memperoleh 422.800 saham baru seri B dengan nilai nominal US$ 516. Nilai untuk 422.800 saham baru seri B sebesar US$ 218,16 juta.

Dengan diperolehnya saham baru seri B tersebut, porsi kepemilikan saham Krakatau Steel pada Krakatau Posco akan bertambah menjadi 50% dari sebelumnya 30%.

“Selisih antara nilai rencana transaksi dengan nilai penyetoran akan dikompensasi dalam bentuk tunai dari Krakatau Posco sebesar US$ 90 juta,” jelas manajemen.

Krakatau Steel sendiri dalam meningkatkan sahamnya di Krakatau Posco yakni dengan melakukan pengalihan pengelolaan pabrik Hot Strip Mill (HSM) 2. Aksi tersebut merupakan kesepakatan antara Krakatau Steel dan Posco untuk menciptakan ‘Cilegon 10 Million MT Steel Cluster Road Map’.

Krakatau Posco yang didirikan pada 2010 tersebut berdomisili di Cilegon, Banten. Perusahaan bergerak di bidang industri besi/baja dengan kapasitas 3 juta metrik ton (MT).

Saat ini, fasilitas HSM 2 sedang dijaminkan kepada Commerzbank-AKA sehubungan dengan fasilitas pembiayaan proyek HSM 2 dengan nilai pengalihan fasilitas pinjaman sebesar US$ 246,98 juta.

Namun Krakatau Steel telah memperoleh surat dari Commerzbank-AKA pada 30 Maret 2022 yang pada pokoknya Commerzbank-AKA mendukung rencana transaksi dan akan melakukan diskusi lebih lanjut mengenai mekanisme serta ketentuan-ketentuan lebih lanjut terkait peralihan kewajiban pembayaran utang dari Krakatau Steel ke Krakatau Posco.

“Perseroan meyakini persetujuan dari Commerzbank-AKA untuk pengalihan seluruh kewajiban pembayaran utang perseroan kepada Krakatau Posco berdasarkan pinjaman ECA HSM 2 dari perseroan ke Krakatau Posco akan diperoleh sebelum pelaksanaan penandatanganan akta inbreng,” pungkas manajemen. (*/Investor.id)

mia