Sebelum Disuntik Vaksin, Irna Narulita Akui Lakukan Persiapan Selama Seminggu

2 indocement

PANDEGLANG– Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku tak merasa khawatir dengan vaksinasi yang dilakukan terhadap dirinya. Meski saat ini vaksin sinovac yang digunakan di Indonesia terus menuai pro kontra.

Hal itu disampaikannya seusai disuntik vaksin sinovac pada launching vaksin tahap pertama di Provinsi Banten, Kamis (14/1/2021) di Pendopo Bupati Tangerang. Diketahui, Irna menjadi satu dari 14 perwakilan Forkopimda Provinsi Banten yang disuntik vaksin sinovac.

3 knpi

Bukan hanya itu, Irna menuturkan, jika proses penyuntikan vaksin sinovac tidak jauh berbeda dengan penyuntikan vitamin yang kerap dilakukannya. Sehingga, dirinya tidak merasakan sakit saat proses penyuntikan.

“Enggak (sakit), ini seperti saya setiap bulan melakukan kontrol dan medical check-up. Dan ini sesuatu yang biasa karena saya biasa divaksin. Jadi alhamdulillah tidak ada yang dirasakan, yang penting jangan stress. Alhamdulillah berjalan lancar,” ucap Irna.

citra
4 sgi

Meski begitu, Irna mengaku, jika dirinya melakukan berbagai persiapan jelang dilakukannya proses vaksinasi. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat proses vaksinasi akan dilakukan.

“Iya dong (persiapan). Ini kan karena suasan yang tidak normal. Untuk itu, harus dalam keadaan fit, rajin berolahraga, pola makan dan pola hidup diatur dalam seminggu ini,” ungkapnya.

Selain untuk menjaga kondisifitas tubuh ditengah padatnya jadwal sebagai Kepala Daerah. Irna menuturkan, jika proses vaksinasi merupakan bentuk upaya dirinya mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 yang masih terbilang tinggi. Termasuk memberikan contoh bagi masyarakat agar mau melakukan hal yang sama di kemudian hari.

“Mobilitas saya gak bisa dibatasi, karena harus menengok keluarga dan masyarakat, jadi saya harus fit. Semoga ini menjadi kekuatan bagi kita semua ditengah pandemi, dan masyarakat juga mau bersama-sama, agar upaya pemerintah pusat hingga kabupaten bisa melakukan hal yang sama untuk tahap selanjutnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 14 perwakilan Forkopimda Provinsi Banten yang disuntik vaksin sinovac tahap pertama di Banten, terdapat 5 pejabat yang gagal disuntik lantaran tensi darah yang melewati batas syarat penyuntikan vaksin.

Kelima pejabat itu adalah, Walikota Serang Syafrudin, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Cilegon Dana Sujaksani, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto dan Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh Winardjatmiko. (*/YS)

KDL KBS
IRT