2.310 Rumah di Cilegon Kini Tak Khawatir Kehabisan Gas Saat Ramadhan

CILEGON – Dua bulan semenjak dilakukannya gas in (pengaliran gas), hingga Rabu (10/5/2017) hari ini tercatat sudah ada 2.310 sambungan Rumah Tangga (SR) di Cilegon yang telah teraliri gas.

Pelanggan yang telah teraliri Jargas berada di Kelurahan Kebonsari, dan Wanasari, Kecamatan Citangkil.

Pengaliran jaringan gas kota ini akan terus dilakukan oleh PT Pertagas Niaga (PTGN) anak usaha PT Pertamina (Persero) yang ditunjuk untuk mengelola dan mengoperasikan gas kota hingga total 4.066 SR mengalir keseluruhan.

Manajer Stakeholders Relation PT Pertagas Niaga, Ratna Dumila menjelaskan, bahwa progress pengaliran jaringan gas kota di Cilegon berjalan relatif cepat karena masyarakat kooperatif sehingga tim konversi di lapangan tidak banyak mengalami kendala.

“Suplai jaringan gas kota ini kontinyu 24 jam. Ini sangat membantu pelanggan terutama saat Ramadhan, tidak perlu khawatir lagi gasnya habis ketika masak sahur,” jelas Ratna, Rabu (31/5/2017).

Sankyu ks

Sesuai prosedur, jaringan gas kota baru akan mengalir ke rumah warga apabila kompor gas warga telah dikonversi oleh petugas. Dalam proses konversi ini, pelanggan jaringan gas kota cukup menyediakan biaya penggantian materai sebesar 6.000 rupiah, foto copy Kartu Keluarga, KTP dan bukti pembayaran rekening listrik.

Pembayaran jaringan gas kota sendiri baru akan mulai dilakukan bulan Juni 2017. Sesuai keputusan dari BPH Migas, harga Jargas Cilegon untuk pelanggan kategori Rumah Tangga-1 ditetapkan Rp 4.950 /m3.

Pertagas Niaga menargetkan seluruh jaringan gas Kota Cilegon akan teraliri gas pada Juli 2017. Pasokan gas diperoleh dari sumur PT Pertamina EP yang dialirkan melalui pipa transmisi PT Pertamina Gas.

Diketahui, jaringan gas Kota Cilegon adalah program dari Ditjen Migas, Kementerian ESDM guna mengurangi subsidi dan impor LPG. Pembangunan Jargas ini melalui alokasi dana APBN 2016, PT Pertamina melalui anak perusahannya PT Pertamina Gas membangun jaringan gas kota di Kota Cilegon, Balikpapan dan Prabumulih tahap dua. PT Pertamina (Persero) menargetkan hingga tahun 2017 mengoperasikan jaringan gas kota sebanyak 124.000 SR di berbagai kota/kabupaten di Indonesia. (*)

Penulis: Adam RT.