Gelar Pendidikan Politik, Kesbangpol Cilegon Dorong Keterwakilan 30 Persen Perempuan di Parlemen Tercapai

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar kegiatan pendidikan politik bagi perempuan yang berlangsung pada Selasa dan Rabu 18-19 Oktober 2022, di Ballroom Greenotel Cilegon.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini diikuti oleh 160 perempuan yang berasal dari berbagai Ormas Perempuan dan organisasi keperempuanan sayap partai politik di Kota Cilegon.

Mengangkat tema ‘Pentingnya Peran Perempuan Dalam Kancah Perpolitikan Indonesia’, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran dan pemikiran yang kritis para perempuan Kota Cilegon, agar mau berpartisipasi dalam proses demokrasi, baik sebagai pemilih, peserta Pemilu maupun menjadi penyelenggara Pemilu.

Pada sesi kedua ini, pendidikan politik bagi perempuan yang diikuti oleh berbagai organisasi keperempuanan dan sayap organisasi keperempuanan partai politik di Cilegon itu kembali dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Maman Mauludin.

Dalam sambutannya Maman mengungkapkan peran pemerintah dalam memberikan Pendidikan Politik Bagi Perempuan berdasarkan prinsip keadilan kesetaraan gender masih kurang maksimal.

Melalui Badan Kesbangpol, Pemerintah Kota Cilegon berharap sosialisasi dan pendidikan politik lebih ditingkatkan agar keterwakilan perempuan di DPRD Cilegon akan terwujud sesuai dengan yang diharapkan.

Karena dalam dunia politik, perempuan mempunyai peran dalam mengembangkan demokrasi yang cerdas.

Mengingat perempuan yang duduk di DPRD Cilegon saat ini hanya 10 persen.

“Saya kira semua haknya sama baik pria maupun wanita, kami juga memerlukan sumbangsih pemikirannya dari kaum perempuan untuk partisipasi dalam pembangunan daerah,” ujar Maman.

“Dalam kaitan pendidikan politik maka pemerintah daerah perlu memperhatikan prinsip keadilan kesetaraan gender untuk meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban, kita perlu inisiatif kaum perempuan tentang meningkatkan kemandirian dan kedewasaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sambungnya.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta aktif berinteraksi dengan narasumber lewat berbagai pertanyaan yang dilontarkan seputar dinamika politik khususnya menghadapi pemilihan legislatif 2024 mendatang.

Pada sesi kedua ini, Badan Kesbangpol Cilegon juga menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri Rahmat Santoso, Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta, serta Akademisi Universitas Bina Bangsa Serang Mufliah.

Dalam pemaparannya, Wakil Walikota Sanuji berasumsi pemilihan legislatif 2024 mendatang akan lebih sulit lantaran masyarakat akan berfokus pada pemilihan presiden, sehingga mengacuhkan pemilihan legislatif di daerah, sehingga menyebabkan masyarakat tidak tahu sosok calon anggota dewan yang akan dipilihnya.

Sanuji mengungkapkan bakal banyak sekali potensi money politik yang dilakukan calon anggota dewan untuk memaksa masyarakat memilihnya.

Kartini dprd serang

Padahal menurut Sanuji, untuk duduk di kursi parlemen, calon anggota dewan tidak memerlukan money politik agar masyarakat memilihnya.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar meraih kepercayaan masyarakat, salah satunya adalah selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan persoalan yang ada.

Kata Sanuji, Hal lain yang perlu diperhatikan adalah adanya pertemuan secara intensif untuk merawat hubungan baik dengan masyarakat.

Di akhir pemaparannya, Sanuji menyampaikan peran perempuan dalam politik sangat diperlukan untuk bersama-sama membela kepentingan masyarakat.

“Ada banyak cara untuk bisa memenangkan Pileg bukan uang tetapi pendekatan silaturahim hadir ke masyarakat sebagai pembelaan dan ini masih ada waktu 1 tahun 4 bulan teman-teman untuk berkompetisi, Saya yakin kalau lihat dari teman-teman yang tadi sangat semangat berusaha duduk di kursi parlemen,” terangnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari Garda Wanita atau Garnita Partai NasDem, Siti Kholifah Wati mengaku banyak ilmu baru yang didapat paska mengikuti pendidikan politik bagi perempuan tersebut.

Kholifah mengungkapkan dirinya bakal ikut berpartisipasi mencalonkan diri dalam pemilihan anggota legislatif pada 2024 mendatang.

Dia juga sudah ada persiapan dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat serta memperluas jaringan kepada anggota DPRD Provinsi maupun DPR RI.

“Kesiapan saya dalam mencalonkan diri sebagai anggota legislatif sudah tahapan sosialisasi, karena tak kenal maka tak sayang. Kita juga sudah membangun jaringan atau bekerjasama dengan dewan provinsi terus juga DPR RI,” ujarnya.

Senada di sampaikan oleh Fitria Syam’un, peserta dari Organisasi Perempuan Bangsa PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) itu bakal turut mencalonkan dirinya dalam pemilihan anggota legislatif 2024.

Dirinya termotivasi atas dasar memberikan banyak manfaat pada umat.

Sebagai langkah awal, dirinya terlibat aktif dalam organisasi masyarakat serta menuliskan karangan buku untuk bagaimana menunjukkan kepada masyarakat bahwa perempuan bisa menjadi politisi dari bidang manapun.

“Pendidikan politik seperti ini ini bisa membawa wadah pikiran kita, membuka pikiran kita untuk berpikir mengetahui bahwa politik itu sebenarnya sesederhana itu, sementara manfaat dari mengikuti pendidikan politik ini sungguh sangat luar biasa semoga kedepannya perpolitikan perempuan di Indonesia semakin maju,” pungkasnya. (*/Adv)

 

Polda