Puji 10 Bulan Kinerja Baik Walikota Cilegon, Ketua PB Al-Khairiyah: Memimpin Cilegon Tidak Mudah 

 

CILEGON – Ali Mujahidin (Mumu) Ketua Umum PB Al-Khairiyah mengapresiasi kerja keras dan kepedulian Walikota Cilegon Helldy Agustian yang telah berani membenahi dengan serius Pemerintahan Kota Cilegon

Meski baru memimpin dalam waktu yang relatif singkat dan seumur jagung, Kepala Daerah baru itu sudah melakukan berbagai gebrakan program yang cukup baik.

Pria yang akrab disapa Haji Mumu itu menyebutkan beberapa upaya yang dilakukan Helldy dalam waktu yang singkat dan dipandang baik oleh publik.

Yakni sejumlah program, seperti menaikkan honor guru madrasah, guru agama dan guru-guru di Kota Cilegon; menaikkan honor RT dan RW Kota Cilegon; memanfaatkan sampah menjadi bahan baku energy; menata pintu-pintu perlintasan rel kereta api; mewujudkan peningkatan beberapa sekolah SMP Negeri; mendongkrak bantuan modal dan fasilitasi UMKM-UMKM; beasiswa Sarjana; pembangunan antisipasi banjir.

“Sebenarnya masih banyak program baik lainnya yang serius dan sungguh-sungguh digarap oleh Walikota Cilegon dalam waktu yang relatif singkat, terutama dalam upaya peningkatan kualitas SDM dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara bertahap,” ungkap Haji Mumu kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

dprd tangsel

“Semoga ini merupakan bentuk tahapan wujud perubahan Kota Cilegon yang dimulai dengan baik dan agar dapat terus cepat ditingkatkan, dalam rangka mewujudkan Kota Cilegon yang maju dalam berbagai sektor,” imbuhnya.

Haji Mumu yang merupakan lawan politik Helldy pada Pilkada Cilegon 2020 lalu, juga memberikan support agar Walikota Cilegon yang baru memimpin 10 bulan itu mampu menghadapi persoalan yang telah menggurita selama 20 tahun lebih di Pemerintahan.

“Di sisi lain kami juga meyakini bahwa Walikota juga tidak mudah dalam memimpin Kota Cilegon yang sebelumnya banyak meninggalkan masalah, karena banyak sekali tantangan berbagai persoalan yang dihadapi, terutama betapa rumitnya sistem dan persoalan-persoalan sisa masa masa lalu sehingga kami kira juga perlu energi ekstra yang cukup melelahkan dalam menyelesaikan benang-benang kusut masa lalu Kota Cilegon ini,” tegas Haji Mumu.

Haji Mumu merinci sejumlah persoalan yang dihadapi Helldy Agustian dalam memimpin.

“Yakni persoalan mentalitas ASN, persoalan korupsi, persoalan sistem yang semrawut, seperti persoalan pasar, Terminal Seruni, lanjutan stadion, JLU, PT PCM, dan BPRS-CM yang minggu ini digeledah Kejari dan segudang persoalan lainnya termasuk dinamika politik, intervensi politik yang tentu tidak sepi, perlu konsentrasi lebih untuk diselesaikan dengan baik, dan tentu perlu energi yang tidak main-main,” jelas Haji Mumu.

“Ya, memang memimpin perubahan di Kota Cilegon ini paling tidak berhadapan dengan 2 hal. Pertama, menyelesaikan masalah-masalah masa lalu atau cuci piring. Dan kedua, berjuang dan bekerja keras membangun dan mensejahterakan rakyatnya dengan keterbatasan anggaran. Apalagi Pemkot berpotensi kehilangan pendapatan ratusan miliar dari PPJU yang selama ini merupakan pendapatan di antara yang terbesar di daerah,” Haji Mumu menambahkan.

“Kami sarankan Helldy terus berjuang dengan sabar dan istiqomah terutama menghadapi masa lalu masalah-masalah Kota Cilegon yang pasti menyita energi yang begitu besar,” pungkasnya. (*/Red)

Honda