Kpu

Rumah Guru Madrasah di Cilegon Ini Hampir Roboh, Butuh Bantuan

CILEGON – Cilegon sebagai kota industri, perdagangan dan jasa yang kini semakin maju dengan pembangunannya yang pesat. Tidak pantas kiranya, bila masih ada kondisi rumah warganya yang dalam kondisi memprihatinkan.

Seperti rumah milik Mahya (50), Warga Link Terate Udik, RT 02/02, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang ini.

Dengan kondisi atap depan yang sudah ‘mendoyot’ atau sudah hampir roboh, atap samping yang ‘mripili’ atau sedikit demi sedikit terus runtuh, ditambah pintu dan jendela yang sudah banyak berlubang. Namun, bangunan rumah tua yang mulai lapuk dan masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ini diketahui masih tetap ditempati oleh Mahya beserta istri dan tiga anaknya.

“Sudah setahunan lah kayak begini. Ya khawatir, takut roboh,” ungkap Mahya, Senin (22/10/2018) pagi.

Mahya juga mengaku pasrah dengan kondisinya, karena ekonomi keluarga belum sanggup untuk perbaikan rumah tersebut.

Advertorial

Advertorial

“Kemarin sih ada yang datang katanya dari Kementerian PU, nawari bedah rumah Rp 15 juta. Cuma saya bingung harus nambahi kekurangannya. Saya cuma kerja sebagai guru madrasah, nggak siap untuk mencari kekurangan karena untuk bangun rumah ini diperkirakan nggak cukup dengan segitu. Tapi setelah saya bilang gak sanggup cari tambahan, orangnya gak datang lagi,” imbuhnya.

Sementara Ketua RW 02 Kelurahan Masigit, Husni, mengaku merasa kasihan dengan keadaan warganya yang tinggal di Rutilahu seperti itu. Diakuinya, pihak RT juga pernah mengajukan bantuan pada pihak Kelurahan Masigit, namun belum ada tindaklanjutnya.

“Kasihan, apalagi ini sudah mau musim hujan, khawatir roboh dulu, kalau bisa pihak pemerintah melalui program DPW-Kel tahun depan bisa membantu Rutilahu milik Pak Haji Mahya ini, atau mungkin ada yang bisa lebih cepat, Dinsos, industri atau lembaga lainnya bisa tanggap merespon ini,” ujar Husni.

Husni berharap, pihak Pemerintah Kota Cilegon mau peduli terhadap keadaan warganya yang tinggal di tempat yang dianggapnya seperti kandang binatang tersebut.

“Harapan saya pihak kelurahan dan Dinsos membantu warga yang kondisi rumahnya seperti ini. Karena ini adalah rumah manusia, jangan sampai tampak seperti kandang kambing,” tandasnya. (*/Ilung)

[socialpoll id=”2521136″]