atas

Ada Kejanggalan di Betonisasi Jalan Ir Sutami Citangkil, Kemana Konsultan Pengawas?

CILEGON – Proyek Peningkatan Struktur Jalan Ir. Sutami oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Cilegon didapati banyak kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaannya.

Kejanggalan tersebut setidaknya ditemukan dalam pantauan langsung wartawan faktabanten.co.id di lokasi proyek dengan anggaran Rp8.331.602.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

Proyek jalan ini juga diketahui memiliki volume panjang 2525 meter dengan lebar 5 meter. Diketahui di kedua sisi jalan akses dari Lebak Denok, Citangkil, yang menghubungkan hingga ke Jalan Aat-Rusli itu, akan dilapisi permukaan beton berupa Learn Concrete (LC) dan rigit beton.

Salah satu kejanggalan yang ditemukan diantaranya tidak hadirnya konsultan pengawas saat pengerjaan pemadatan lahan di kedua sisi jalan, yakni selebar setengah meter kedalaman galian. Tidak adanya konsultan ini tentu tahapan uji beton yang seharusnya dilakukan, jadi diabaikan.

Pihak kontraktor pelaksana yakni PT Sogisa Bangun Sejahtera diduga sengaja tidak melakukan pemadatan lahan dengan material batu di banyak titik, tepatnya pada akses gang dan rumah warga yang sudah dilapisi semen, sehingga terindikasi mengurangi volume material yang tertera dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Lebar dan kedalaman pekerjaan galian pada kedua sisi jalan juga terdapat kejanggalan, dimana tampak lebar pemadatan lahan yang tidak beraturan dan dalamnya galian juga diduga tidak sesuai kedalaman sesuai spesifikasi.

Sunat

Selain itu, dalam pantauan terakhir di lokasi Rabu (11/9/2019) sore, saat awal pengecoran rigit beton dan dilakukan uji selam beton, didapati tidak ada satupun konsultan pengawas yakni CV Gama Plant di lokasi proyek. Sehingga pihak pengawas dari Dinas PUPR tidak mengetahui mutu cor beton dan kadar kekentalannya.

Hal tersebut diakui oleh Mandor Pengawas Proyek PT Sogisa Bangun Sejahtera, Heru, saat dikonfirmasi wartawan di lokasi proyek.

“Konsultan mah gak ada kang, biasanya sih datangnya malam. Mulai ngecor mah biasanya sore,” ujar Mandor.

Namun saat ditanyakan soal janggalnya pekerjaan pemadatan lahan dan banyaknya titik yang tidak dilakukan pemadatan lahan di sepanjang proyek jalan tersebut. Heru enggan berkomentar.

“Kalau tanya itu mah nanti sama Projek Manager aja kang, Pak Adul yang tahu,” terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, Owner PT Sogisa Bangun Sejahtera, Romli, belum bisa dikonfirmasi terkait adanya beberapa kejanggalan di proyek tersebut, karena masih sulit dihubungi. (*/Ilung)

Bupati HUT pdg