Banyak Oknum LSM dan Wartawan Minta THR, Pejabat Cilegon Ngaku Resah

Gerindra Nizar

CILEGON – Semakin mendekati momen lebaran, sepertinya banyak dimanfaatkan oleh sejumlah orang yang mencatut nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan juga profesi wartawan untuk “bergerilya” ke kantor-kantor pemerintahan dan pengusaha untuk minta bagian THR.

Permintaan disampaikan baik secara lisan bahkan ada yang berbentuk surat resmi dari lembaga.

Seperti diungkapkan salah satu Kepala Dinas di Pemkot Cilegon yang sepertinya sangat terganggu dengan manuver oknum LSM gentayangan ke kantor-kantor organisasi perangkat daerah (OPD). Tak pelak ulah oknum ini membuat citra para aktivis LSM maupun profesi wartawan menjadi tercoreng.

Fraksi serang

“Ya begitulah, kalau ada surat masuk, saya sering bilang ke anak buah, ‘LSM lagi, LSM lagi’. Padahal aturan minta THR gak ada, apalagi di anggaran kita. Kalau lagi sempat tetap saya temui, ngasih juga sekedar uang bensin saja, karena dari saku pribadi saya,” kata Kepala Dinas yang nama dan instansinya enggan disebutkan ini.

“Teman-teman di dinas lain pun katanya sama, banyak didatangi oknum LSM yang minta THR. Menganggu sih enggak, cuma kalau bikin resah ya bisa terganggu juga,” ungkapnya.

Fraksi

Ia juga menyindir aksi para jurnalis lokal di Kota Cilegon yang juga berperilaku sama dengan para oknum LSM tersebut.

“Oknum wartawan juga ada sih cuma enggak sebanyak LSM, sebab saya enggak tahu medianya apa, kalau media yang resmi sih biasanya nawarin iklan,” tegasnya.

Keluhan serupa juga diungkapkan Amir, salah satu tenaga kerja kontrak di salah satu dinas. Saat ditanya Fakta Banten, Jumat (16/6/2017), perihal aksi oknum LSM yang meminta THR, Amir bahkan sampai menunjukan daftar hadir tamu di kantornya sampai surat permintaan THR dari oknum LSM.

“Banyak kang, dari yang bilangnya mau silaturahmi bahkan sampai terang-terangan ngasih surat yang isinya minta THR. Lihat aja nih daftar hadir sama suratnya. Kalau untuk masyarakat mah iya aja, tap kan kelihatannya buat saku pribadinya. Sedang mereka itu kan bawa embel-embel masyarakat?” terangnya. (*)

 

Gerindra kuswandi