Wisata Anyer

Belum Ada Serah Terima dan Terkendala Biaya Listrik, Pemanfaatan Gedung Koperasi Merah Putih di Cilegon Tertunda

DPRD Kota Serang Maulid Nabi

CILEGON – Fasilitas gedung dan gudang koperasi merah putih di Kota Cilegon hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan secara operasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Suhendi, menyatakan penundaan ini disebabkan oleh belum adanya proses serah terima fasilitas secara resmi serta besarnya beban biaya operasional, khususnya tagihan listrik.

​Hal tersebut disampaikan Suhendi saat memberikan keterangan terkait perkembangan program koperasi kelurahan di Cilegon, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pengurus koperasi saat ini belum berani mengambil langkah pemanfaatan ruang sebelum aspek legalitas serah terima rampung.

​”Gudangnya cukup luas dan sebenarnya sayang kalau belum dimanfaatkan. Tapi pengurus belum berani karena belum diserahterimakan ke pengurus koperasi atau ke Dinas Koperasi. Kita juga belum bisa memberikan keputusan atau membolehkan, karena harus meminta izin dulu,” ujar Suhendi.

​Selain kendala administrasi, besarnya tagihan listrik menjadi hambatan utama operasional.

Suhendi merinci bahwa beban dasar listrik yang terpasang mencapai Rp1.500.000, belum termasuk biaya pemakaian saat gedung beroperasi secara penuh dengan perangkat elektronik seperti AC, chiller, dan freezer.

Disperindag Maulid Nabi

​”Beban operasionalnya cukup besar. Kalau belum buka usaha yang ada keuntungan untuk biaya operasional listrik, ya belum dimanfaatkan. Mudah-mudahan kita berharap ada bantuan dana untuk subsidi listrik nantinya,” jelasnya.

​Meski pemanfaatan gedung tertunda, pendistribusian fasilitas kendaraan operasional dan kelengkapan interior gedung terus berjalan. Dinas Koperasi mencatat sejumlah kendaraan dan fasilitas telah dikirim dan disiapkan, di antaranya:

​Kendaraan Operasional: 9 unit truk, 9 unit mobil pick-up (merek Mahindra), dan 9 unit motor roda tiga.

​Kelengkapan Gedung: Rak, etalase display, meja resepsionis, dan pendingin ruangan (AC).

​Suhendi menambahkan, saat ini fokus Dinas Koperasi juga diarahkan pada pembinaan manajemen.

Sebanyak 43 Koperasi Kelurahan (KKMP) sedang menjalani masa inkubasi dan diawasi langsung oleh tim Dinas Koperasi di masing-masing wilayah.

​”Sekarang sedang berjalan inkubasi untuk 43 KKMP tersebut. Laporan ringkasan untuk semester awal sudah kami terima dan sudah terlihat progres dari koperasi di tiap kelurahan,” tutup Suhendi.

Saat ini, kegiatan inkubasi masih berjalan menggunakan dana mandiri koperasi, dan sedang menunggu suplai barang dari pusat untuk operasional lanjutan.***

HUT RI Pramuka Sankyu
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien