Bocornya Razia Tahu Berformalin di Pasar Kranggot, Diduga dari Orang Dalam Disperindag

CILEGON – Bocornya razia tahu berformalin di Pasar Tradisional Kranggot pada Sabtu dinihari kemarin (17/6/2017) diduga bersumber dari dan oleh orang dalam di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Cilegon itu sendiri.

Biasanya sebelum adanya razia dilaksanakan banyak pemasok yang datang dari daerah Tangerang si Pasar Kranggot, tapi anehnya ketika dilakukan razia saat itu tidak satupun pengrajin tahu dari Tangerang yang datang ke Pasar Tradisional Kranggot.

Seperti dituturkan oleh seorang yang bekerja di Pasar tersebut yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan, tidak mungkin razia bocor kalau tidak ada yang membocorkan.

“Aneh memang kok yang datang pada razia tersebut pengrajin dari Serang dan Cilegon saja, sementara pengrajin dari daerah Tangerang tidak ada yang datang, seolah-olah mereka sudah tau kalau ada razia pasti ada yang membocorkan,” ujarnya dengan nada kesal Minggu (18/6/2017).

Sankyu ks

Ia menduga, bocornya info tentang razia tersebut diduga dari permainan pihak internal Disperindag itu sendiri, atau karena ikut menanam modal pada pengrajin tersebut, sehingga jika ada razia pasti dilarang untuk ke Pasar Kranggot saat razia berlangsung.

“Pasti mereka orang dalam itu punya kepentingan atau menyandang dana sehingga jika ada razia pasti dibocorkan terlebih dahulu pada mereka,” ujarnya.

Dari pantauan Fakta Banten, pada malam razia kemarin mulai dari jam 23.00 WIB sampai berakhirnya razia di subuh hari tidak ada satupun pengrajin dari Tangerang yang datang membawa tahu dagangannya, hanya ada pengrajin tahu dari Serang dan Cilegon saja. Sementara saat dilakukan pemeriksaan hasilnya negatif dari bahan berbahaya. (*)

Penulis: Adam RT.