Kpu

Disnakertrans UPTD Kota Serang-Cilegon Ungkap Minimnya Jumlah Pengawas Ketenagakerjaan 

CILEGON – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk melalui Divisi Health, Safety and Environment (HSE) bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Serang-Cilegon, menggelar Seminar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Seminar K3 yang melibatkan puluhan industri di Cilegon ini terselenggara dengan sukses di GSG Pusdiklat Krakatau Steel, dan turut dihadiri oleh Direktur Infrastruktur dan Penunjang Bisnis PT Krakatau Steel, Djoko Muljono, Kamis (30/11/2023).

Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Serang-Cilegon, Agung Ardiansyah, mengungkapkan dengan keterbatasan jumlah pengawas ketenagakerjaan yang ada, kegiatan Seminar K3 seperti ini sangat membantu dalam upaya memberikan pembinaan dan pemahaman kepada kalangan perusahaan.

“Jadi dengan kita kumpulkan seperti acara hari ini, merupakan langkah terobosan dalam memberikan informasi agar sampai ke perusahaan. Tujuan seminar ini untuk memberikan pemahaman secara detail terkait dengan apa saja menjadi kewajiban perusahaan tentang K3 lingkungan kerja,” ujar Agung Ardiansyah, Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Serang-Cilegon.

Agung menjelaskan bahwa perusahaan yang menjadi objek pengawasan berjumlah sekitar 2 ribu, sedangkan jumlah pengawas ketenagakerjaan pada UPTD nya hanya 16 personel.

“Soal lingkungan kerja ini kan sangat berpengaruh pada kesehatan. Bagaimana lingkungan kerja dan pekerjaannya itu terlindungi secara keselamatan kesehatan kerja dan memastikan pekerja itu sehat baik itu setelah dia pensiun maupun saat masih bekerja,” ujar Agung.

Meski begitu, Agung mengaku bahwa para pengawas di bawah kewenangannya selalu aktif berkomunikasi dengan perusahaan untuk melakukan monitoring dan evaluasi.

Advertorial

Advertorial

Melalui seminar juga, Agung berharap para perwakilan industri bisa interaktif dan sharing untuk mendapatkan keseragaman pemahaman K3 berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2018.

Agung juga mengungkapkan bahwa di Kota Cilegon sendiri selama pemantauan ataupun evaluasi, dinilai bahwa perusahan-perusahan yang ada sudah cukup mematuhi dan memahami peraturan K3.

Di Kota Cilegon dinyatakan bahwa perusahaan yang memenuhi dan memiliki sertifikat layak K3 sudah mencapai 80%.

Sementara itu, Manajer HSE PT Krakatau Steel, Freddy Cahyo Nugroho, mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas sinergitas dan kerjasama yang baik terutama kepada Disnakertrans UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Serang-Cilegon, sehingga kegiatan Seminar K3 ini terlaksana dengan baik.

“Terimakasih juga kami ucapkan kepada perusahaan-perusahaan jasa di bidang K3, dan pada kegiatan ini ada sekitar 40 industri yang ikut serta dari Krakatau Steel Group dan juga perusahaan yang ada di Kawasan Industri Krakatau,” ungkap Freddy.

Freddy menegaskan bahwa Seminar K3 ini juga sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Dia juga mengakui bahwa alat kerja pada pabrik Krakatau Steel sudah seluruhnya dilakukan penilaian dan mendapatkan sertifikasi K3.

“Termasuk kami di KS Group ini ada forum HSE selalu ada pertemuan rutin, untuk sharing dan berbagi pengalaman dalam mengelola K3. Jadi forum ini akan selalu memantau bagaimana K3 di KS Group itu terlaksana dengan baik,” imbuhnya. (*/Red)