Efisiensi, Krakatau Steel Potong Tunjangan Direksi dan Karyawan

CILEGON – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, optimis bisa meraih untung di tahun 2018 ini.
Transformasi besar-besaran dilakukan pihak direksi untuk memperbaiki kinerja perusahaan, terutama pada kinerja keuangan sehingga bisa menutup kerugian dan cita-cita meraih untung tahun ini bisa tercapai.
Berbagai upaya efisiensi dilakukan Krakatau Steel salah satunya dengan melakukan pemangkasan instensif dan tunjangan para jajaran direksi dan karyawan.
“Hal ini kami lakukan untuk membuat KS untung bukan untuk menutup-nutupi, kami lakukan berbagai upaya agar KS untung,” ujar Mas Wig, pada Puncak Perayaan HUT Ke-48 Krakatau Steel, Jumat (31/8/2018).
Dengan melakukan hal tersebut, Krakatau Steel menargetkan bisa menghemat keuangan hingga Rp660 miliar di tahun 2018.

“Pemotongan ini sudah berlangsung dari Juli, ini sudah bulan kedua, saat ini kita sudah hemat Rp360 miliar lebih,” ucapnya.
Efisiensi yang dilakukan di level direksi diantaranya adalah pemberhentian pembayaran insentif supir, tunjangan transportasi, dan biaya makan rapat-rapat.
“Bekerja secara efisien, mengendalikan biaya rela untuk mengurangi kenikmatan sebagai mana kita puasa. Kalau tidak perlu lembur ya tidak perlu lembur, ya kalau tidak masuk potong,” jelasnya.
Selain efisiensi, Krakatau Steel juga berkomitmen terus berupaya membenahi semua sektor, diantaranya meningkatkan penjualan dan juga produktivitas.
“Mensinergikan semua anak perusahaan dan induk, agar semua bisa ditingkatkan,β katanya.
βKita juga melakukan optimalisasi aset. Kita itu banyak aset yang tidak digunakan. Kalau tak digunakan itu rusak, makanya nanti kita manfaatkan, seperti banyak rumah dinas yang nggak terpakai, tanah yang digunakan Pemda dan lainnya itu statusnya diberesin,β tandasnya. (*/Yosep)


