Era Digital Semakin Bebas, Asda I Cilegon Himbau Orang Tua Waspada

 

CILEGON – Asisten Daerah I Kota Cikegon memberikan himbauan kepada orang tua untuk mewaspadai dampak era digital yang semakin memberikan kebebasan akses kepada anak-anak.

Era digital yang pesat memberikan manfaat besar, seperti halnya percepatan informasi dan lain sebagainya, tetapi juga menimbulkan berbagai tantangan dan risiko, terutama terkait dengan keamanan dan pengawasan anak.

Dalam sambutannya ketika hendak membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Jurnalis yang digelar oleh Diskominfo SP Kota Cilegon, di Hotel Acacia, Anyer, Serang, Banten, Asisten Daerah I Kota Cilegon menyoroti bahwa anak-anak saat ini memiliki akses lebih mudah ke berbagai konten di internet

Kebebasan ini, sementara memberikan peluang pendidikan dan hiburan yang besar, juga meningkatkan risiko eksposur terhadap konten yang tidak sesuai untuk usia anak-anak.

Advertorial

Advertorial

Oleh karena itu, peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka di era digital menjadi semakin penting.

“Dahulu orang tua senang ketika anak-anak yang tidak pernah keluar rumah, karena dianggap aman dari pergaulan yang buruk. Namun saat ini terbalik, justru ketika anak di rumah saja apalagi mengunci diri di kamar dengan waktu yang lama, itu perlu diwaspadai. Karena digenggaman mereka ada jendela dunia (smartphone) yang bisa digunakan untuk mengakses apapun,” ucap Tatang Muftadi selaku Asisten Daerah I Kota Cilegon, Senin (4/12/2023).

Lebih lanjut, Tatang juga menambahkan terkait peran pentingnya media massa baik itu surat kabar ataupun media online dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Insan pers ini penting, untuk menyampaikan kebijakan dan program pemerintah, dan sebaliknya, untuk menjembatani aspirasi dari masyarakat kepada pemerintah,” pungkas Tatang.

Diketahui, karena makin cepat dan luasnya komunikasi di media sosial, banyak para remaja yang tergabung di geng-geng motor ataupun geng lainnya, kerap saling mengajak untuk tawuran dan hal tersebut terjadi di Banten khususnya Kota Cilegon.

Begitu pula dengan pelecehan seksual dibawah umur yang terjadi, kebanyakan penyebab utamanya adalah mudahnya anak-anak dibawah umur yang berkomunikasi dan bergaul bebas tanpa pengawasan orang tua dengan orang-orang dewasa atau para pelaku kejahatan pelecehan seksual dibawah umur melalui media sosial atau online. (*/Hery)