
CILEGON – PT Nippon Shokubai Indonesia (NSI), anak usaha dari Nippon Shokubai Co. Ltd. Jepang, resmi memulai proyek konstruksi pengembangan fase IV di Kawasan Industri Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan agenda Seremoni Groundbreaking yang berlangsung Kamis (7/8/2025).
Hadir pada acara groundbreaking yakni Walikota Cilegon Robinsar, didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala DPMPTSP, dan jajaran kecamatan.
Turut hadir juga Komandan Kodim 0623 Cilegon, dan juga sejumlah tokoh pengusaha lokal.
Groundbreaking kali ini juga menjadi momen pembuktian komitmen PT NSI dalam pengembangan industri Petrokimia di tanah air.
Ekspansi perusahaan asal Jepang ini untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pasar global, khususnya produk Superabsorbent Polymer (SAP).
President and CEO Nippon Shokubai Co. Ltd., Kazuhiro Noda, mengungkapkan bahwa langkah ekspansi ini merupakan strategi untuk memperkuat kapasitas produksi.
“Salah satu inti bisnis kami adalah Superabsorbent Polymer (SAP), yang merupakan bahan utama pembuatan popok sekali pakai dan permintaannya terus meningkat secara global,” ungkap Noda.
Kazuhiro Noda menjelaskan bahwa SAP saat ini menjadi salah satu produk andalan yang mengalami pertumbuhan pesat di berbagai belahan dunia, terutama di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Hal tersebut menjadi alasan kuat perusahaan memperluas fasilitas produksinya di Indonesia, khususnya di Kota Cilegon.
“Secara umum pasar SAP akan semakin berkembang di wilayah pertumbuhan yang tinggi, sehingga kami melakukan ekspansi pertambahan kapasitas pabrik di Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada ekspansi volume produksi, Nippon Shokubai juga membawa misi penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Kazuhiro Noda menyatakan bahwa perusahaan tengah bertransformasi untuk mengadopsi sistem pasokan global yang lebih ramah lingkungan.
“Dalam rangka membangun masyarakat yang berkelanjutan kami sedang mewujudkan sistem pasokan global yang berbasis biomasa dan energi bersih,” tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Nippon Shokubai terhadap lingkungan dan keberlanjutan, sejalan dengan tren global yang mengarah pada transisi energi bersih dan produksi berbasis rendah emisi.
Proyek pembangunan Unit I-IV PT NSI ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cilegon.

Walikota Cilegon, Robinsar, menyampaikan bahwa ekspansi PT NSI diharapkan dapat berdampak langsung bagi perekonomian lokal dan penyerapan tenaga kerja.
“Semoga dengan ekspansi PT Nippon Shokubai ini bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan Kota Cilegon,” ujar Robinsar.
Menurutnya, meskipun Cilegon dikenal sebagai kota industri, tantangan pengangguran masih tinggi. Maka, kehadiran investasi baru seperti PT NSI diharapkan bisa membuka peluang kerja, meski Walikota mengakui bahwa sebagian besar industri yang masuk ke Cilegon adalah industri padat modal.
“Pabrik sebesar ini karyawannya hanya 400, jadi industri di kita memang industri padat modal,” tuturnya.
Robinsar menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing dan terserap dalam dunia industri.
Walikota juga menyebut bahwa pembangunan pabrik PT NSI sempat terhambat persoalan regulasi ketinggian bangunan, namun berhasil diselesaikan berkat komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
Di sisi lain, Aliman, salah seorang pengusaha lokal Kelurahan Gunungsugih, Kecamatan Ciwandan, menyatakan dukungannya terhadap proyek pengembangan fase IV PT NSI kali ini.
Aliman mengapresiasi pengelolaan proyek pengembangan PT NSI kali ini telah membuka ruang kontribusi dan partisipasi untuk UMKM dan pengusaha lokal.
“Manajemen PT NSI dan main kontraktornya cukup baik dalam komunikasi dan memberikan kesempatan usaha bagi keterlibatan lokal pada proyek ini. Masyarakat akan sangat mendukung masuknya investasi, ketika mereka memberikan perhatian dan mau memfasilitasi pengembangan SDM lokal dan juga pertumbuhan peluang ekonomi untuk para pengusaha lokal,” ujar Direktur PT Guna Teguh Utama (GTU).
Historis Komersialisasi Nippon Shokubai Indonesia
Data Kementerian Investasi/BKPM mencatat PT Nippon Shokubai Indonesia pertama kali memulai produksi komersialnya pada tahun 1999 dengan fasilitas pertama.
Sejak itu, perusahaan terus melakukan ekspansi, dengan fasilitas kedua mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2014 dan fasilitas ketiga pada tahun 2023.
Perluasan dan konstruksi pabrik fase keempat ini dimulai pada tahun 2025 ini dan direncanakan untuk memulai produksi komersial pada tahun 2027.
Sebelumnya diketahui, PT Nippon Shokubai Indonesia telah mengumumkan rencana perluasan industri keempat dengan investasi sekitar Rp1,69 triliun (USD110 juta).
Fasilitas keempat ini akan difokuskan untuk memproduksi Superabsorbent Polymer (SAP) pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 50.000 ton per tahun.
Produk SAP ini sangat penting dalam industri manufaktur, terutama untuk produk-produk seperti popok, pembalut, dan barang-barang lainnya yang memerlukan daya serap tinggi. (*/ARAS)

