GEMA Al-Khairiyah Serahkan Hasil Diskusi Publik Pengelolaan Sampah Kepada DPRD Kota Cilegon

 

CILEGON – GEMA Al-Khairiyah Kota Cilegon serahkan hasil diskusi publik tentang “pengelolaan sampah Cilegon Peluang atau Musibah” kepada DPRD Kota Cilegon, Selasa (11/10/2022).

Diskusi publik yang dilaksanakan pada 6 Oktober 2022 lalu itu telah menghasilkan uraian persoalan sampah yang ada di Kota Cilegon termasuk persoalan sampah dari Kabupaten Serang.

Dalam kesempatan ini, GEMA Al-Khairiyah Kota Cilegon menyerahkan berkas hasil diskusi publik kepada DPRD Kota Cilegon yang diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik.

“Sesuai komitmen kami dalam diskusi publik kemarin, apapun hasilnya akan kami serahkan kepada DPRD Kota Cilegon. Kami mahasiswa sebagai agen of change dan sosial control, tentu kita akan melakukan kontroling kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai keadilan di masyarakat,” ujar Muhammad Jirin Ketua DPD GEMA Al-Khairiyah Kota Cilegon.

Sankyu ks

Jirin mengaku dengan cara ini GEMA Al-Khairiyah hadir atas persoalan di tengah masyarakat guna memberikan saran dan kritikan yang membangun.

“Cara yang kami lakukan adalah dengan memberikan saran dan kritik serta solusi setiap permasalahan di tengah masyarakat. Kita akan kawal program pembangunan kota Cilegon ini, untuk mewujudkan Cilegon cerdas, modern dan bermartabat,” terangnya.

Dalam penyerahan berkas hasil diskusi publik tentang pengelolaan sampah tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik mengatakan bakal membahasnya di internal jajaran DPRD Kota Cilegon.

Ia juga menyatakan jika ingin menampung sampah dari luar daerah semestinya Pemerintah Kota Cilegon sudah memiliki alat yang memadai sehingga tidak terjadi persoalan baru yang berdampak pada lingkungan sekitar.

“Ketika kita ingin menampung sampah dari luar daerah yang ingin dikelola di Cilegon, seharusnya kita pun harus sudah ada alat yang memadai untuk pengelolaan sampah itu, jangan sampai ketika kita menampung sampah segitu banyaknya dari luar, sampah itu menjadi permasalahan baru, sehingga berdampak buruk terhadap lingkungan tersebut,” pungkasnya. (*/Nas)