Jelang Lebaran, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Cilegon

 

CILEGON – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras medium dan daging ayam beku kepada masyarakat di Kota Cilegon, Rabu (4/3/2026).

Penyaluran bantuan dipusatkan di Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol, dan menyasar warga kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Program itu merupakan langkah pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan inflasi selama Ramadhan dan menjelang Idulfitri.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap di delapan kabupaten/kota di Banten.

“Diberikan ke seluruh masyarakat di delapan kabupaten/kota dalam rangka intervensi pemerintah provinsi atas ketahanan pangan di wilayah. Semoga ini bermanfaat dan membantu masyarakat,” ujar Andra.

Ia menjelaskan, penyaluran CPP merupakan agenda rutin Pemprov Banten, terutama untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Saat ini, inflasi tercatat 0,93 persen dan perlu dijaga agar tidak meningkat seiring lonjakan permintaan selama Ramadhan dan Lebaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir, menyebutkan total bantuan yang disalurkan mencapai 59 ton beras dan 5,9 ton ayam beku.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memperoleh 10 kilogram beras dan 1 kilogram ayam beku.

“Totalnya 59.000 kilogram beras dan 5.900 kilogram ayam frozen. Data penerima mengacu pada DTKS desil 1 dan 2,” kata Nasir.

Distribusi bantuan menggandeng PT Pos sebagai transporter resmi untuk memastikan penyaluran tepat sasaran melalui sistem barcode bagi penerima yang telah terverifikasi.

Penentuan wilayah penerima juga berdasarkan kajian kerentanan pangan melalui Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG). Hingga saat ini, penyaluran telah terealisasi di empat dari delapan kabupaten/kota di Banten.

Secara keseluruhan, jumlah penerima bantuan di Provinsi Banten mencapai 5.900 KPM. Rinciannya, Kabupaten Tangerang 1.610 KPM, Kabupaten Lebak 981 KPM, Kabupaten Pandeglang 925 KPM, Kabupaten Serang 726 KPM, Kota Tangerang Selatan 346 KPM, Kota Serang 342 KPM, dan Kota Cilegon 174 KPM.

Nasir menambahkan, program ini diharapkan mampu menekan kerentanan pangan sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.

Ia memastikan stok cadangan pangan pemerintah di Banten masih mencukupi, dengan total 406 ton beras yang tersimpan di Bulog. Pada Maret ini, pemerintah juga berencana menambah cadangan meski telah menyalurkan 59 ton.

Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, mengapresiasi langkah Pemprov Banten dalam membantu masyarakat dan menjaga stabilitas harga.

Menurutnya, inflasi di Cilegon masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Banten.

“Meski terjadi kenaikan harga selama Ramadhan, posisi inflasi Kota Cilegon disebut berada di urutan kedua terendah di provinsi tersebut,” ujar Robinsar.

Terkait ketersediaan pangan, ia memastikan kondisi stok di Cilegon dalam keadaan surplus.

“Cadangan beras di daerah itu tercatat lebih dari 112 ton hingga 200 ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.***

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien