KH Wasyid Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional, PB Al-Khairiyah Ajak Masyarakat Banten Kirim Doa dan Bacakan Al-Fatihah
CILEGON – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah, Ali Mujahidin atau yang akrab disapa Haji Mumu, mengajak masyarakat Banten mendoakan KH Wasyid dan seluruh pahlawan bangsa melalui pembacaan Surat Al-Qur’an Al-Fatihah sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan mereka.
Ajakan tersebut disampaikan menyusul rencana penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada KH Wasyid oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
KH Wasyid adalah tokoh pemimpin perjuangan peristiwa Geger Cilegon 1888.
Beliau adalah ayah dari Brigjen KH Syam’un, pendiri Al-Khairiyah yang lebih dulu telah menerima Gelar Pahlawan Nasional pada tahun 2018.
Haji Mumu mengatakan, penganugerahan tersebut menjadi kehormatan dan kebanggaan besar, khususnya bagi keluarga serta masyarakat Banten.
Menurutnya, penghargaan tertinggi dari negara itu merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, pengorbanan, dan perjuangan KH Wasyid dalam membela tanah air.
“Penghargaan Pahlawan Nasional ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan nyata negara terhadap dedikasi, pengorbanan, serta perjuangan beliau yang telah mengabdikan jiwa dan raganya bagi nusa dan bangsa,” katanya.
Ia berharap semangat perjuangan, kecintaan terhadap tanah air, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan KH Wasyid dapat terus menjadi inspirasi dan teladan bagi keluarga, masyarakat, serta generasi penerus bangsa.
Haji Mumu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memperjuangkan pengakuan terhadap KH Wasyid sebagai Pahlawan Nasional, mulai dari masyarakat Banten, keluarga, penulis, peneliti sejarah, hingga pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Ia secara khusus mengapresiasi dukungan Wali Kota Cilegon, Robinsar; Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah; Gubernur Banten, Andra Soni; Pembina Al-Khairiyah Yandri Susanto, serta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam proses pengusulan dan penganugerahan gelar pahlawan tersebut.
Sementara itu, Rektor Universitas Al-Khairiyah (UNIVAL), Ahmad Munji, menyampaikan bahwa jasa dan pengorbanan para pahlawan akan senantiasa hidup dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Jasa para pahlawan dan syuhada akan selalu hidup dalam setiap napas Indonesia. Berkat keberanian dan pengorbanan mereka, kita dapat menikmati kemerdekaan hingga hari ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan rahmat Allah SWT yang diperjuangkan melalui keberanian, pengorbanan, dan perjuangan para pahlawan serta pendiri bangsa.
Menurutnya, generasi saat ini memiliki kewajiban untuk meneruskan perjuangan tersebut melalui kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
“Selamat Hari Pahlawan. Semoga Allah SWT membalas segala jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Kewajiban kita adalah meneruskan perjuangan mereka dengan karya dan kontribusi nyata,” katanya.
Ahmad Munji juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Pahlawan sebagai pengingat untuk menjaga warisan perjuangan para pendahulu dengan mencintai tanah air, mengisi kemerdekaan, serta bersama-sama memajukan bangsa dan negara sesuai cita-cita para pendiri Indonesia.
Pihaknya, mengajak masyarakat Banten untuk menghadiahkan Surat Al-Qur’an Al-Fatihah sebagai doa bagi KH Wasyid dan seluruh pahlawan bangsa yang telah gugur dalam perjuangan.
“Jika berkenan, kami memohon kepada masyarakat Banten untuk mengirimkan doa atau menghadiahkan Al-Fatihah kepada KH Wasyid dan seluruh pahlawan bangsa,” tuturnya. (*/Nandi)

