Lewati 2020, LMP Cilegon Optimis Dengan Kesetiakawanan Sosial

DPRD Pandeglang Adhyaksa

CILEGON – Sambut tahun 2021 Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) optimis dengan realitas sosial di Cilegon, dimana selama tahun 2020 pihaknya melakukan kerja-kerja organisasi, meski pandemi covid-19 sempat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi.

“Kalau kita selama 2020 yang paling dominan ini kan kita concern pada pandemi, kita ingin bantu Pemerintah sebisa dan semampu kita. Bantuan itu berupa masker dan sebagainya, yang sampai saat ini berjalan itu ambulance yang siap 24 jam,” kata Ketua ormas LMP Kota Cilegon Tatang Tarmidzi, Rabu (30/12/2020).

Dimana ambulance tersebut telah sering digunakan masyarakat Ciwandan, Citangkil dan Anyer secara gratis. Ia pun menyoroti adanya gelontoran dana sebesar Rp 74 miliar untuk antisipasi penyebaran Covid-19.

“Alokasi dana refocusing sekitar Rp 74 miliar ini, harus dijadikan evaluasi di akhir tahun. Apakah sudah tepat sasaran dan bagaimana dampaknya apa menimbulkan masalah?,” Jelasnya, saat ditemui di kantor PT Ideliar Multi Kreasi.

Lalu, Ia pun menyoroti infrastruktur yang berjalan di tempat, baginya ada rahasia umum bahwa di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti hanya mengejar prestasi penyerapan anggaran, tanpa ada perencanaan yang matang.

“Beberapa projects yang akhir ini sering muncul seperti di JLU (Jalan Lingkar Utara), lalu yang sering kita lewati itu di JLS (Jalan Lingkar Selatan) seperti tak ada peran pemerintah disana, baik Satpol PP, Dishub ataupun DPUPR. Jalan dan jembatan yang itu rusak tanpa perbaikan sepertinya tahun ini,” tuturnya kepada wartawan.

Loading...

Ia menyayangkan, aset daerah yang bernilai puluhan triliun rupiah dibiarkan tanpa perawatan. Dan, pembiaran lainnya adalah lalu lalangnya angkutan truk seperti pasir, dan batu dengan kapasitas over load, dengan keadaan basah.

“Truk itu mengotori jalan karena kondisi muatannya basah, terutama yang itu arah ke Jakarta. Ini kasat mata kan kalau mau ditertibkan oleh pihak pemerintah,” jelasnya.

Namun kedepannya, ia optimis dengan Kota Cilegon, terutama dengan kesetiakawanan sosial atau solidaritas masyarakat, yang Ia rasakan ketika ada bencana.

“Yang terakhir kemarin banjir di Ciwandan, kita setiap momen pasti berkontribusi. Solidaritas di kita itu baik misal, ada bencana pasti bantuan itu datang. Dengan segala motivasi bisa tokoh politik, pencitraan atau organisasi dan lembaga sosial,” jelasnya.

Namun, Ia merasa perlu ada badan yang mengorganisir agar tepat sasaran saat ada bantuan, ketika terjadi bencana. Baginya, dengan modal kesetiakawanan sosial, yang sejatinya merupakan kodrat tiap manusia.

“Cuma gimana pihak terkait mengkordinir agar jadi potensi yang luar biasa untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.

BPRS CM tabungan

Sementara itu, wartawan masih menunggu konfirmasi Dishub Kota Cilegon terkait truk pasir atau batu yang dianggap mengotori jalan di JLS. (*/A.Laksono).

Koperasi
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien