LIRA Ajak Elemen Mahasiswa Diskusi dan Mengevaluasi Rencana Proyek JLU Cilegon

CILEGON – LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Banten bersama dengan Rumah Hijau mengkritisi rencana pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) yang saat ini tengah digarap Pemerintah Kota Cilegon.

Sabtu (6/5/2017) siang, LIRA bersama LSM Rumah Hijau mengumpulkan sejumlah elemen mahasiswa Cilegon di Rumah Makan Saung Edi, untuk berdiskusi membedah proyek JLU tersebut.

Turut hadir para aktivis dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC), KAMMI, PUI, BEM Fakultas Teknik Untirta, Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) dan juga Pelajar Islam Indonesia (PII).

Dalam diskusi ini para aktivis menilai bahwa pembangunan JLU tersebut akan mengorbankan lahan pertanian produktif masyarakat, kurang lebih 60 hektar tanah produktif akan beralih fingsi dari lahan pertanian menjadi jalan.

“Pada saat sidang AMDAL kami sudah menyatakan menolak pembangunan JLU, karena akan banyak mengorbankan lahan pertanian produktif, kasihan para petani,” ungkap Direktur LSM Rumah Hijau, Supriyadi.

Selain itu masalah lainnya lagi adalah akan terjadinya perubahan sosio kultur, dari masyarakat pertanian berubah menjadi masyarakat perdagangan dan industri. Sementara pemerintah belum mempersiapkan proses transisi sosial tersebut.

Sankyu ks

“Kami belum melihat pemerintah membuat program atau konsep dalam mengantisipasi perubahan tersebut,” lanjut Yadi.

Sementara itu Azwar Anas, Gubernur LIRA Banten menyampaikan bahwa ada pengalaman 4 mega proyek yang telah digarap oleh Pemkot Cilegon pada periode Walikota sebelumnya, dan hampir semuanya gagal.

Proyek membuka akses jalan baru sebelum JLU telah dilakukan sebagaimana JLS (Jalan Lingkar Selatan), tetapi hasilnya mengecewakan masyarakat.

“Selama ini Pemkot Cilegon masih belum membuka transparansi seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengakses berbagai program atau proyek yang sedang dilakukan. Pengalaman kita sudah melihat sendiri 4 mega proyek, seperti JLS itu. Sekarang ada ambisi proyek JLU, jangan sampai terulang lagi kegagalan serupa,” ungkap Anas.

Anas berharap seluruh elemen mahasiswa mau peduli dan mengkritisi proyek Pemkot Cilegon salah satu yang patut jadi perhatian adalah JLU.

“Proyek JLU di tahun ini sudah digelontorkan miliaran rupiah untuk pembebasan. Ini harus dievaluasi dan dikritisi agar uang rakyat tidak sia-sia,” tegasnya. (*)