Masuki Masa Kampanye, DPD Al-Khairiyah Cilegon Minta Politisi Usung Isu Lingkungan

 

CILEGON – Memasuki masa kampanye pemilihan, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Al-Khairiyah Kota Cilegon, mengajak para politisi untuk lebih menitikberatkan isu lingkungan dalam agenda kampanye mereka.

Hal ini diungkapkan dalam pernyataannya yang disampaikan kepada Fakta Banten di markas DPD Al-Khairiyah Kota Cilegon pada Minggu (3/12/2023).

Wakil Ketua DPD Al-Khairiyah, yang juga dikenal sebagai salah satu Ustadz di Lingkungan Majelis Ilmu Al-Khairiyah, menggarisbawahi urgensi perlindungan lingkungan hidup dalam setiap kebijakan pemerintahan.

“Para politisi memang perlu diketuk hati untuk lebih peduli tentang nasib bumi, agar paham bahwa persoalan bangsa tidak sesempit bilik suara. Memberi porsi tema lingkungan dalam kampanye politik. Mendahulukan kelestarian alam dibanding keserakahan pemodal,” ungkap Dayan Fithoroini, pada Minggu (3/12/2023).

Menurutnya, apabila masyarakat saat ini lupa bahwa semua sumber ekonomi dari bumi dan dengan terus menutup mata pada pentingnya faktor kelestarian alam, sama saja dengan memperpendek umur bumi yang secara domino memperpendek pula keberlangsungan sumber ekonomi.

Advertorial

Advertorial

“Misal kebiasaan buruk sampah plastik. Entah lupa atau tidak terdidik. Sebagian jenis sampah plastik itu baru bisa terurai oleh tanah setelah 450 tahun. Bahkan jenis styrofoam tidak bisa diurai oleh alam. Sementara tiap hari jutaan ton sampah manusia jejalkan ke perut bumi dan perairan,” kata Dayan.

“Andai bisa mendengar rintih lirih bumi, kritis meringis. Laut, sungai, danau dan rawa tengah memelas perih. Ulah nggrangsang manusia memeras getih. Sampah limbah memasung palung, mengotori kerambah dan tanah. Binatang banyak punah. Hutan hancur,” imbuhnya dengan penuh haru.

Lebih lanjut kata Dayan, Isu lingkungan kerapkali dibenturkan dengan isu ekonomi. Seolah-olah apabila ekonomi Indonesia ingin maju, eksploitasi alam harus dimaklumi.

“Definisi kerusakan alam, seenaknya direvisi para predator berdasi. Padahal bila konsisten, aturan ketat pelestarian alam justru bisa menjamin sustainability ekonomi,” tegasnya.

Sekali lagi, ia juga mengajak kepada para caleg pentingnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pelestarian lingkungan sebelum bumi marah.

“Salah satu soal ujian adalah apakah kita bisa menjaga alam ini atau tidak. Kita memang diperbolehkan menikmati karunia-Nya. Di planet ini. Sebatas kebutuhan dasar dalam proses mengerjakan ujian. Selebihnya jagalah, rawatlah, lestarikan. Mohon angkatlah tema tema pentingnya pola hidup ramah alam. Ajaklah umat bergaya hidup sederhana. Bukan hanya ujaran, beri mereka teladanmu. Mumpung bumi belum marah. Insya Allah kesederhanaan hidup bisa menjadi pereda rintihan bumi,” tutupnya. (*/Hery)