Merdeka Bicara Lebih Asyik, Mahasiswa Cilegon Semakin Santai Menyampaikan Aspirasi
CILEGON — Kegiatan “Merdeka Bicara” kembali digelar sebagai ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta gagasan bagi pembangunan Kota Cilegon.
Forum ini menjadi sarana dialog antara generasi muda terutama mahasiswa dan pemerintah daerah dalam membahas berbagai persoalan kota.
Agenda rutin yang ketiga kalinya tersebut dilaksanakan di Resto Paradiso Garden pada Rabu (22/4/2026), dengan menghadirkan suasana diskusi yang santai namun tetap substansial.
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan di Kota Cilegon.
Para peserta yang hadir tampak antusias mengikuti jalannya diskusi tinggal larut malam.
Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi dan perkembangan kota yang dikenal sebagai kota industri tersebut.
Sejumlah isu strategis menjadi topik pembahasan dalam forum tersebut. Mulai dari persoalan layanan publik, infrastruktur, sosial ekonomi, pendidikan, hingga transportasi menjadi fokus utama yang disampaikan para mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, hadir pula jajaran pimpinan Pemerintah Kota Cilegon.
Diantaranya Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Walikota Fajar Hadi Prabowo yang turut mendengarkan langsung aspirasi mahasiswa.
Selain unsur pemerintah daerah, sejumlah pimpinan lembaga yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Walikota Cilegon, Robinsar, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif mahasiswa dalam forum tersebut.
Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi generasi muda.
“Saya ucapkan terimakasih, semangat untuk kita semua,” ujar Walikota.
Dalam sesi diskusi, perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi menyampaikan pandangannya secara terbuka.
Salah satunya James dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) yang menyoroti pelayanan publik.
“Terutama dari sisi pelayanan publiknya. Kami ingin pemerintah konsisten bahwasanya hari ini pemerintah benar-benar melayani masyarakat dengan selayak mungkin,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia juga menegaskan komitmen mahasiswa untuk terus menyuarakan aspirasi secara aktif melalui berbagai ruang yang tersedia.
“Dan kita pun dari IMC alhamdulillah sudah mengamini undangan untuk Merdeka Berbicara ini, dan kami juga tegaskan kepada pemerintah hari ini tidak bosan-bosan akan merdeka di jalan,”imbuhnya.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Para mahasiswa tampak lebih santai dalam menyampaikan aspirasi, sementara pihak pemerintah memberikan respons secara langsung terhadap berbagai masukan yang disampaikan.
Forum ini tidak hanya menjadi ruang kritik, tetapi juga sarana penyampaian ide dan solusi dari mahasiswa untuk pembangunan Kota Cilegon ke depan. Interaksi dua arah antara peserta dan pemerintah berlangsung dinamis.
Walikota dan jajaran pejabat daerah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan sejumlah capaian kerja yang telah dilakukan. Hal ini menjadi bagian dari transparansi pemerintah kepada publik.
Diskusi yang berlangsung intens tersebut bahkan berlanjut hingga larut malam. Para peserta tetap antusias mengikuti jalannya forum hingga sesi akhir.
Sementara itu, menutup kegiatan, Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan rasa bangganya terhadap proses dialog yang terjadi dalam forum tersebut.
“Malam ini saya bangga, karena ini adalah proses,” katanya dalam penutup diskusi.(*/ARAS)


