Honor Linmas Tamansari Cilegon Turun, Anggota Mengeluh Setelah 16 Tahun Mengabdi
CILEGON – Nasib anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) kembali menjadi sorotan publik. Salah satu anggota Linmas Kelurahan Tamansari, Hermawan, mengungkapkan keluhannya terkait penurunan honor yang ia terima setelah hampir 16 tahun mengabdi.
Hermawan menyebut, honor yang diterimanya saat ini justru lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk bulan ini hanya Rp150 ribu. Sebelumnya tahun 2025 Rp200 ribu, jadi sekarang turun,” ungkap Hermawan melalui sambungan telepon, Selasa (21/4/2026).
Ia mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi terkait pemangkasan tersebut.
“Tidak ada pemberitahuan, langsung dipangkas begitu saja. Tahu-tahu sudah segitu, tidak ada informasi dari dinas terkait,” ujarnya.
Dengan tanggungan empat anak dan seorang istri, kondisi ini membuat Hermawan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Waduh jauh ke mana-mana pak, tidak bisa mencukupi empat orang anak,” keluhnya.
Untuk menyambung hidup, ia terpaksa mencari pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.
“Kadang dapat Rp70 ribu kalau ramai, kalau sepi paling Rp50 ribu,” katanya.
Hermawan berharap pemerintah, khususnya Wali Kota Cilegon, dapat memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan anggota Linmas.
“Kami mohon kepada Wali Kota Cilegon, gaji Linmas ada peningkatan agar bisa mencukupi keluarga,” pintanya.
Ia juga menyoroti keterlambatan pembayaran honor yang kerap terjadi.
“Ini mah masya Allah, tidak ke sini tidak ke sana, bahkan tidak tepat waktu. Kadang gaji keluar pertengahan atau akhir bulan,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Kasi Pemerintahan dan Trantibum Kelurahan Tamansari, Akhmad Zulkarnaen, menegaskan bahwa peran Linmas seharusnya menjadi prioritas pemerintah.
“Linmas itu harus diberdayakan. Contohnya honornya dinaikkan, seragam pun harus ada. Sedangkan anggota Linmas ini selalu di bawah, padahal mereka itu di lingkungan masyarakat dan seharusnya diprioritaskan,” ujar Akhmad saat ditemui di Kantor Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak.
Ia menjelaskan, Linmas selalu berada di garis depan dalam berbagai kegiatan masyarakat.
“Setiap kegiatan selalu saja paling utama. Contoh membersihkan saluran air dia ikut, menebang pohon dia ikut, hingga banjir kemarin kami libatkan,” tambahnya.
Saat ini, jumlah anggota Linmas di Kelurahan Tamansari mencapai sekitar 50 orang. Namun, honor yang mereka terima dinilai jauh dari kata layak.
“Saya melihat anggota Linmas sekarang ini sangat miris. Mereka sebagai ujung tombak terdepan, tapi honornya hanya Rp150 ribu per bulan,” tegas Akhmad. ***


