Nelayan Cilegon Makin Sulit Dapat Hasil Tangkapan di Perairan Merak
CILEGON – Di tengah kepungan industrialisasi di wilayah Pulomerak, Kota Cilegon. Nelayan di Kelurahan Lebak Gede masih bertahan, meski terkadang melaut hingga Perbatasan Lampung dan Banten di sekitar Pulau Sangiang. Bahkan, ia beberapa kali bersinggungan dengan industri yang ada disekitar pangkalan.
Ketua Rukun Nelayan Lebak Gede, Baikhaki menjelaskan, dulu begitu banyak spot untuk memancing, namun kini rusak oleh jangkar-jangkar kapal baik di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), atau Pelabuhan Penumpang.
“Dulu di Pertamina dan Indah Kiat banyak terumbu karang jadi nelayan banyak yang kesitu,” Jelasnya, Senin (3/08/2020).
Kemudian, ia pun pernah bersinggungan dengan Kapten Kapal di ASDP Merak, saat itu jaring nelayan rusak terkena jangkar kapal yang bersandar. Sebab, jaring nelayan begitu sederhana hanya ditandai oleh pelampung dari botol plastik.
“Kapal itu kan kalo nyandar berat jangkarnya 1-2 ton, bahkan mungkin lebih. Belum ke ditarik beberapa meter, berapa karang yang hancur?,” ujarnya saat ditemui di Lebak Gede.
Ia pun pernah merasa diabaikan, meski pernah dijanjikan akan diberi perahu, oleh salahsatu perusahaan swasta yang ingin membuat izin amdal. Namun, hingga kini belum ada komunikasi terkait bantuan yang akan diberikan.
“Dulu dikumpulkan di Kecamatan tapi sekarang gak jelas,” tuturnya.
Padahal, akibat adanya aktivitas TUKS, dan reklamasi dari perusahaan tersebut, ia kesulitan dalam mencari hasil laut. (*/A.Laksono)


