Peran Strategis SPPG: Solusi Padat Karya dan Stimulus Ekonomi Kota Cilegon
CILEGON – Kehadiran Satuan Pendidikan Pelaksana Gerakan (SPPG) dinilai memiliki peran yang sangat strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus menggerakkan roda perekonomian di Kota Cilegon.
Hal tersebut disampaikan oleh Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cilegon, Muhammad Firzan Akbar Siregar.
Pria yang akrab disapa Ijan ini menyoroti bagaimana sektor padat karya ini mampu menjadi penyeimbang bagi Kota Cilegon yang selama ini didominasi oleh industri padat modal.
Berdasarkan data tahun 2025, angka pengangguran terbuka di Kota Cilegon masih berada di angka 15.479 orang. Firzan optimistis kehadiran SPPG dapat menjadi jawaban konkret untuk memangkas angka tersebut secara signifikan.
“Jika di Kota Cilegon terdapat 50 SPPG, maka diperkirakan mampu menyerap hingga 2.350 tenaga kerja. Jumlah tersebut sudah berhasil mengurangi kurang lebih 15% dari total angka pengangguran terbuka di Kota Cilegon pada tahun 2025,” ujar Firzan.
Ia menambahkan, karakteristik SPPG yang bersifat padat karya sangat membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
“Ini menjadi angin segar karena industri di Cilegon rata-rata adalah padat modal. Hadirnya SPPG yang padat karya akan langsung menyentuh penyerapan tenaga kerja lokal,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kota Cilegon tersebut.
Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan SPPG di daerah juga membawa dampak besar pada sektor finansial. Daerah yang memiliki banyak titik SPPG akan diuntungkan oleh aliran dana segar dari pemerintah pusat yang langsung berputar di masyarakat bawah.
Sebagai gambaran matematisnya:
-
Per Bulan: Jika ada 50 SPPG, maka ada sekitar Rp50 miliar uang dari pusat yang ditransfer ke daerah setiap bulannya.
-
Per Tahun: Dalam satu tahun, perputaran dana tersebut bisa mencapai Rp600 miliar.
“Sebagai perbandingan, data BPS menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang saja berada di kisaran Rp500 miliar. Sementara di Cilegon, hanya melalui program SPPG yang dibangun oleh pihak swasta, kita sudah bisa menarik anggaran pusat sebesar itu,” jelas Firzan.
Firzan mengajak masyarakat untuk melihat pembuktian dampak dari program ini pada rilis data resmi mendatang. “Sebentar lagi akan ada survei dari Badan Pusat Statistik (BPS). Nanti kita bisa lihat bersama-sama bagaimana dampak ekonomi riil dan penurunan angka pengangguran di Kota Cilegon untuk tahun 2026 ini,” ungkapnya.
Di akhir penyampaiannya, Firzan mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah demi kelancaran pembangunan ekonomi yang mandiri.
“Maka hal ini patut kita syukuri bersama. Mari kita jaga kondusivitas daerah dengan semangat Akur Sedulur Jujur Adil Makmur. Kita harus kuat dari dalam, karena bangsa asing tidak ingin melihat kita maju, berdaulat, dan mandiri,” pungkas Ijan. ***

