KNPI Lebak Apresiasi Jembatan Merah Putih di Bayah, Cucu Komarudin: Akses Dibuka, Ekonomi Warga Harus Bergerak

LEBAK– Pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pelosok mendapat perhatian dari DPD KNPI Kabupaten Lebak.
Organisasi kepemudaan tersebut mengapresiasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Polri di Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, yang menjadi bagian dari program pembangunan ribuan jembatan dan sumber air bersih di berbagai daerah.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Lebak, Cucu Komarudin, menilai pembangunan jembatan memiliki arti penting bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis dan infrastruktur penghubung yang belum memadai.
Menurut Cucu, keberadaan jembatan tidak seharusnya hanya dilihat sebagai bangunan fisik. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, akses pendidikan, pelayanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi warga.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul peresmian 3.395 Jembatan Merah Putih TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh sejumlah pejabat di Provinsi Banten dan dilaksanakan secara terpusat di Jembatan Merah Putih Presisi Polri, Bayah.
Cucu mengatakan, pembangunan infrastruktur yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di daerah.
“KNPI Lebak tentu mengapresiasi pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih ini. Infrastruktur seperti ini manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Bukan hanya mempermudah akses, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga,” ujar Cucu, Minggu (16/8/2026).
Ia menilai perhatian terhadap wilayah selatan Lebak menjadi penting karena pembangunan infrastruktur memiliki efek berantai terhadap kehidupan masyarakat.
Ketika akses penghubung semakin baik, kata Cucu, aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, mobilitas pelajar serta akses menuju fasilitas kesehatan juga akan semakin terbuka.
Hal tersebut sejalan dengan apresiasi Ketua DPD KNPI Provinsi Banten, Tito Istianto, yang menilai pembangunan 145 jembatan di wilayah Polda Banten menjadi capaian penting.
Jumlah tersebut disebut sebagai yang terbanyak di Indonesia dalam program tersebut.

Bagi KNPI Lebak, keberadaan jembatan harus diikuti dengan keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Pemuda, menurut Cucu, memiliki posisi penting dalam memastikan pembangunan tidak berhenti pada tahap peresmian.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton pembangunan. Setelah fasilitas tersedia, tugas kita ikut menjaga, merawat dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, program penyediaan sumber air bersih juga dinilai memiliki nilai strategis.
Ketersediaan air menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan warga.
Cucu berharap kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, organisasi kepemudaan dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pembangunan di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus memiliki orientasi jangka panjang.
Jembatan yang dibangun hari ini diharapkan mampu menjadi penghubung berbagai aktivitas masyarakat sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Bayah dan sekitarnya.
“Yang terpenting bukan hanya membangun fisiknya, tetapi bagaimana fasilitas tersebut memberikan dampak nyata. Kalau akses semakin terbuka, masyarakat harus mendapatkan manfaat ekonomi, pendidikan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Cucu.
Selain peresmian infrastruktur, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan bakti kesehatan bagi sekitar 1.500 warga serta layanan SIM keliling bagi masyarakat, termasuk pengemudi ojek online.
KNPI Lebak memandang rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan akan lebih bermakna ketika berjalan beriringan dengan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Bagi KNPI Lebak, Jembatan Merah Putih bukan sekadar penghubung dua sisi wilayah.
Infrastruktur itu diharapkan menjadi penghubung baru bagi mobilitas, peluang ekonomi dan masa depan masyarakat Bayah. (*/sahrul).


